El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Air tak berhenti keluar dari kuburan Ustaz Maaher hingga penggali kubur liang lahad Ustaz Maaher kelelahan./Suara.com-Wivy
Harianjogja.com, JAKARTA - Ustaz Maaher meninggal dunia, Senin (8/2/2021) dan dimakamkan hari ini, Selasa (9/2/2021). Namun kuburan untuk memakamkan jenazah ditemukan banyak air saat digali. Genangan tersebut membuat penggali kubur kesulitan.
Ustaz Maaher dimakamkan di area pemakan Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (9/2/2021).
Dua penggali makam itu terlihat esktra dalam menggali, lantaran ada genangan air dalam liang lahat tersebut. Akibatnya, area makam itu becek dan licin.
Pimpinan Pesantren Tahfiz Daarul Quran KH Ahmad Djameel mengatakan, adanya air di dalam liang lahat yang sedang digali itu bukan suatu fenomena.
Baca juga: Ustaz Maaher Meninggal di Penjara, Nikita Mirzani Doakan Begini
Dia menerangkan, area tersebut terdapat air lantaran lokasi sebelum dibangun Pesantren Tahfiz Daqu, lahan tersebut merupakan lahan rawa.
"[Lahan] Di sini memang agak rendah, apalagi musim penghujan. Tidak musim hujan saja air alhamdulillah, meskipun debit airnya tidak banyak. Dulu ini rawa mas, kita urug. Termasuk masjid ini juga kita beli lahan rawa," kata Djameel, Selasa (9/2/2021).
Lebih lanjut Djameel menjelaskan, sebelum dibangun pesantren, lahan tersebut juga menjadi area pembuangan air warga sekitar.
"Dulu lahan ini jadi area pembuangan air warga sekitar, ada kerbau, lintahnya banyak dan ada juga [ular] kobra. Di awal-awal sempat ada kobra yang masuk nyelonong ke dalam ruangan," jelasnya.
"Jadi wajar, ketika ada penggalian tanah di bawahnya ada genangan air. Karena dulu memang lahan rawa," sambung Djameel.
Baca juga: Batal Nikah, Ayu Ting Ting Potong Rambut Jadi Pendek. Buang Sial?
Diketahui, proses penggalian liang lahat untuk almarhum Ustaz Maaher itu diperkiirakan mulai pukul 08.00 WIB.
Hingga kini, petugas masih melakukan penggalian. Sedangkan genangan air yang ada, kemudian diambil menggunakan ember dan dimasukan ke dalam tong sampah lalu dibuang ke selokan.
Untuk mengantisipasi hujan, area pemakaman kini sudah dipasangi tenda. Sehingga ketika hujan, proses penggalian liang kubur itu tak terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negara tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar budaya antikorupsi selalu melekat dalam diri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya.