Daring, Yogyakarta Gamelan Festival Tak Kehilangan Penonton

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Selasa, 24 November 2020 16:47 WIB
Daring, Yogyakarta Gamelan Festival Tak Kehilangan Penonton

Sejumlah penampilan seniman di YGF ke-25 yang diselenggarakan secara daring, beberapa waktu lalu.-Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-25 resmi ditutup pada , Minggu (22/11/2020). Tayang lima hari secara daring dari 18 - 22 November 2020, YGF sukses menarik 2.000 penonton secara daring.

Konser gamelan dalam YGF ke-25 ditutup dengan penampilan Omah Cangkem dari Jogja, Gamelan Keller dari Prancis, dan Jhung Rojhung dari Pamekasan.

General Manager YGF, Setyaji Dewanto, menuturkan digelaran ke-25, YGF dianalogikan sebagai pesta perak. “Usia 25 tahun jadi satu momentum khusus dalam sebuah perjalanan, perlu ada tetenger, ada monument dan YGF yang tampil secara daring ini menjadi salah satunya,” ungkapnya, Minggu.

Di usia festival ke-25, butuh adanya komitmen baru. Komitmen baru tersebut dituangkan dalam konsep perhelatan yang digelar secara daring. “Artinya, gamelan telah membuat komitmen baru dengan teknologi,” ujarnya.

Setyaji menilai gamelan mesti bisa menyesuaikan zaman. Pesta perak menjadi pijakan untuk membentuk komitmen baru dalam perjalanan selanjutnya. Gamelan mesti bisa bersahabat dengan zaman dan tidak berhenti tawar-menawar untuk terus mewariskan nilai-nilainya.

Project Director YGF, Ishari Sahida, mengungkapkan selama lima hari digelar daring, YGF masih menunjukkan kebersamaan meskipun terpisah jarak. Ia menilai dukungan dan keputusan untuk terlibat di penyelenggaraan YGF ke-25 membuktikan festival ini selalu berfungsi sebagai tempat berkumpulnya pecinta dan pemain gamelan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online