KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
147
Lohgawe memandang ke pelataran. Tepat di tengah-tengah halaman gua, berdiri demang Kertapati; paman guru Resi Kamayan; dan makhluk aneh, disebut manusia tidak patut, tapi jika hewan bentuknya menyerupai manusia dengan tinggi sekitar dua meter. Nenek renta itu teramat sulit ditaksir usianya saking sepuhnya.
Rambutnya riap-riapan sebagian menutupi mukanya yang buruk penuh keriput dengan kulit mengelinting persis tengkorak. Matanya cekung dalam sekali seperti dua lobang tanpa biji namun dari dua lobang hitam itu memancar sinar mencorong bagai mata harimau. Hidungnya pesek. Mulutnya lebar dengan bibir bawah menggantung sehingga kelihatan ompong. Sepasang lengannya kurus dengan kuku panjang meruncing. Berbeda dengan lengannya, justru buah dadanya besar dan sangat panjang sampai ujungnya mendekati pusar. Perhiasan emas dan manik-manik intan berlian memenuhi leher, pergelangan tangan dan jari-jarinya. Bagian bawah tubuh ditutupi kain beraneka warna mencolok seperti kain perca disambung-sambung.
“He-he-he…”
Nenek mengerikan itu tertawa dan menari-nari di depan guru Lohgawe yang tetap bersila tegak. Sejak terjadi pelbagai keanehan, sampai perang dahsyat ribuan walet melawan kelelawar, dan sekarang nenek renta persis kuntilanak bergerak di depannya, kakek itu sama sekali tidak membuka mata.
“Suryadharma. Aku sudah menduga engkau di balik semua ini. Tak ada gunanya engkau bertapa. Bagiku, engkau hanyalah seorang pengecut yang melarikan diri dari kenyataan.” Nenek itu menuding guru Lohgawe, Eyang Suryadharma sekarang membuka mata dan memandang wanita menggiriskan di depannya itu dengan tatapan lembut.
“Nini, engkau masih seperti dulu, tidak ada yang berubah. Ugal-ugalan, sembrono, galak dan selalu ingin menang sendiri,” ujar Kaki Suryadharma pelan.
“He-he-he. Cinta mengubah pengecut menjadi pemberani. Namun tidak berlaku untukmu Suryadharma. Engkau tidak berani menerima kenyataan.”
“Kita sudah sama-sama bau tanah, Nini. Tidak perlu mengungkit masa lalu. Ketika muda, saat hati terpikat cinta, semua kata kehilangan makna. Saranku, tenangkan pikiran, dan kembali bertapa. Jalan hidup kita berbeda.” Kaki Suryadharma pelan-pelan berdiri.
Sementara Lohgawe, demang Kertapati dan Resi Kamayan mematung. Lohgawe tidak paham apa yang terjadi, namun bisa menduga bahwa gurunya ada pertalian khusus dengan nenek menyeramkan ini, mungkin puluhan tahun silam.
“He-he-he. Bocah ini muridmu? Aku tidak suka dengan tatapan matanya.” Nenek peyot itu menghampiri Lohgawe. Merasa dirinya terancam, Lohgawe menekan perasaan ngerinya, lalu tubuhnya meloncat ke depan dan memukul sekuatnya.
“Ahhhh” Pukulan Lohgawe tepat mengenai dada nenek iblis itu seperti menembus udara.
Nenek itu tidak berbadan seperti manusia agaknya, dan sambil terkekeh menyeramkan ia menggerakkan tangan kirinya tepat mengenai pundaknya. Lohgawe mengaduh, rasanya seperti dihantam godam raksasa, dan ia sempoyongan. Daya tahan tubuhnya membuat ia tidak terluka.
“Bocah bernyali besar. Engkau berani melawanku? Gurumu tidak mengajarkanmu sopan santun?” Sepasang buah dadanya bergoyang ketika nenek itu bertolak pinggang.
“Darahmu manis. Dagingmu gurih. Engkau harus kusiksa dulu karena kurang ajar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.