Imunisasi Tak Capai Target, Wabah Berisiko Muncul Lagi
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Ilustrasi anak sekolah dasar/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Para orang tua perlu mengamati psikologis anak saat sekolah kembali dibuka. Terutama bagi mereka yang baru menginjak bangku sekolah, atau kelas 1 SD.
Psikolog Klinis Lusiana Bintang Siregar mengatakan, pada tahap ini anak masih egosenstris atau pemikirannya berpusat pada dirinya, sehingga ketika melihat temannya melakukan sesuatu dan dia tidak dapat menyelesaikan atau melakukannya, maka akan mudah merasa rendah diri dan mengembangkan sifat tidak percaya diri.
Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Semprotan Hidung Anti Covid-19
Selain itu, biasanya untuk pertama kali setelah sekian lama anak belajar di rumah itu saat pandemi, mereka akan merasa malas dan malu. Bahkan, ada juga yang tidak mau ditinggal ibunya, atau kelewat percaya diri.
"Karena selama ini dilayani di rumah, jadi pada saat sekolah maunya dilayani juga. Kemudian merasa dirinya lebih dibanding anak lain," ujarnya dikutip dari Bisnis--jaringan Harianjogja.com, Sabtu (21/11/2020).
Oleh karena itu, Lusiana mengatakan jika sudah pasti kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka dibuka kembali, sebaiknya dari 2 pekan sebelumnya, anak harus dipersiapkan bangun pagi, pakai seragam, mengerjakan tugas sendiri, mempersiapkan atau membereskan barang-barang untuk belajar.
Anak juga harus dipersiapkan secara sosial. Orang tua perlu memberi tahu anak bahwa akan bertemu teman baru dan diajari untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan.
Baca juga: Dokter Tirta Usul Penyelenggara Kerumunan Dijatuhi Tiga Sanksi Ini
"Selain itu, anak juga dipersiapkan bila seandainya ditanya atau bertemu orang asing apa yang harus dilakukan," jelasnya.
Tak hanya anak, menurut Lusiana orang tua perlu mempersiapkan diri dengan mengatur jadwal untuk mengurus kebutuhan sekolah, bekal, mengantar, dan menjemput anak pada saat pembelajaran tatap muka nanti. Mereka juga disarankan memiliki informasi nomor telpon yang diperlukan mulai dari guru, teman, dan orang tua murid lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Johann Zarco mengalami cedera ACL, PCL, dan meniskus usai kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 dan terancam absen panjang.
Dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Lurah Garongan, Panjatan, Kulonprogo masih terus didalami. Setelah bertemu Bupati Kulonprogo, Agung Setyaw