IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Kemampuan baca tulis bagi anak yang baru masuk SD bukan suatu kewajiban.
Orang tua sebaiknya tidak memaksakan anak lancar membaca, menulis, dan berhitung saat akan masuk ke Sekolah Dasar atau SD. Menurut psikolog anak Dr. Rose Mini A.P. M. Psi., orangtua sebaiknya menyiapkan anak bisa menjalankan tugas perkembangan dengan baik.
"Sebetulnya anak masuk SD gak dilihat bisa baca atau menulis. Tapi motorik halusnya. Bisa buka kancing sendiri gak, nanti bisa pasang sendiri lagi atau tidak. Coba bisa gak sisir rambutnya sendiri," tutur psikolog yang akrab disapa Bunda Romi itu dalam webinar bersama Kodomo Challange, Selasa (17/11/2020).
Menurut Bunda Romi, anak bisa baca, tulis, dan berhitung sebelum masuk SD hanya bonus. Orang tua diminta jangan terobsesi membuat anak bisa melakukan hal tersebut sebelum tugas perkembangan anak tercapai.
"Jadi kesiapan sekolah dasarnya adalah mencapai tugas perkembangannya. Bukan harus bisa menulis, baca, berhitung. Tapi kalau bisa itu bonus. Jadi ortu jangan obsesi bisa baca tulis berhitung. Setiap anak berbeda. Kalau sudah siap silakan simulasi. Kalau belum siap jangan dipaksa," ujarnya.
Namun diakui Romi, ada beberapa sekolah yang mensyaratkan siswa SD sudah mampu membaca dan menulis sejak awal. Ia menyarankan sebaiknya orangtua memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan anak.
Terpenting menurutnya, orangtua memberikan simulasi kepada anak untuk mengasah kemampuan motoriknya. Daripada fokus dengan kemampuan baca dan menulis, Romi membagikan daftar aspek kesiapan anak untuk masum Sekolah Dasar di antaranya:
Motorik kasar
1. Bisa duduk tegak
2. Bisa berjalan lurus dan bervariasi
3. Berlari
4. Melompat
Motorik halus
1. Dapat memegang pensil dengan baik
2. Bisa menggambar orang dengan lebih rapi
3. Bisa makan sendiri
4. Bisa menulis angka
5. Mengenal warna dasar
6. Menggunting
Bahasa
1. Bisa menjelaskan nama, alamat, anggota keluarga dengan jelas
2. Bercerita mengenai keadaan di rumah, sekolah, permainan
3. Menjawab pertanyaan
4. Menyanyikan lagu
Kognitif
1. Mengenal warna
2. Mampu menerangkan mengenai sesuatu
3. Bisa membedakan bentuk
4. Dapat mengelompokkan benda
Sosial emosional
1. Bisa berkonsentrasi lebih dari 15 menit
2. Tidak terlalu bergantung orangtua
3. Menghargai perbedaan dengan orang lain
4. Bisa bermain secara interaktif
5. Bila diberitahu sesuatu bisa mengerti
Kemandirian
1. Bisa mandiri sendiri
2. Makan sendiri
3. Toilet learning
4. Mulai dapat teratur dengan rutinitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum