IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
138
Darsi menepuk-nepuk bayinya karena menggeliat dengan mata sedikit terbuka. Bayi itu kembali tertidur.
“Terserah engkau menyebutnya. Sekarang katakan, mana Kertapati?” Lohgawe mendekat
“Maling…. Ada maling….” Darsi berteriak sekuat-kuatnya. Ia tidak takut lagi atas dua pertimbangan. Pertama, pencuri itu kelihatan amatiran karena tidak memakai kedok. Dan, kedua, suaminya seorang sakti mandraguna dibantu banyak prajurit. Takut apa?!
“Hmm. Teriaklah sekeras-kerasnya. Sayang di sini tidak ada pelantang.” Lohgawe santai karena ia memang menunggu musuh besarnya datang. Tapi ada satu hal yang ia tidak menduga. Hanya dalam hitungan detik, terdengar derap kaki banyak orang, dan tahu-tahu kamar itu sudah dikepung rapat. Ratusan prajurit berdiri dengan tombak di tangan. Tampak pula seorang laki-laki berusia lebih separuh baya.
“Darsi. Apa yang terjadi?” tanya laki-laki berkumis tipis dan bermuka licin itu.
“Kangmas Kertapati, ada maling menyatroni …”
“Serahkan bayimu!” Lohgawe dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti oleh mata telah mengambil bayi mungil itu dari dekapan Darsi. Ia terpaksa harus melakukan ini sebab posisinya terjepit berada di kamar yang sudah dikurung ketat oleh hampir seluruh prajurit Tembayat.
“Mundingsari.. anakku…” Darsi menjerit histeris. “Mundingsari…”
“Diamlah. Aku tidak akan berbuat kasar. Teriakanmu justru membangunkan anakmu.”
“Ahh, Mundingsari..…” Darsi menangis mengguguk. Matanya nanar melihat Lohgawe mengeluarkan pisau kecil dari balik bajunya.
“Jangan, ahhh, jangan bunuh anakku..” Tangis Darsi menjadi-jadi.
“Sudah aku bilang. Anakmu aman bersamaku,” kata Lohgawe tenang. “Sekarang suruh Kertapati memberi aku jalan. Cepat!”
“Kangmas… anak kita dibawa. Mundingsari …”
Demang Kertapati segera tanggap situasi. Ia tahu, anaknya pasti selamat. Hanya dijadikan jaminan
“Beri jalan,” perintah demang itu kepada prajurit yang berkerumun di muka pintu.
Pisau tajam yang menempel di leher Mundingsari memaksa semua prajurit menahan diri. Bayi itu memiliki harga sama pentingnya dengan menjaga ketenteraman kademangan Tembayat.
“Keparat, aku tidak mungkin memaafkan perbuatanmu,” geram demang Kertapati.
“Kujamin engkau pasti mati di tanganku.” tambahnya dengan wajah merah membara.
“Jangan terlalu percaya diri berlebihan, Kertapati.”
Lohgawe tertawa. Tangan kanannya tidak pernah lepas dari pisau yang terus melekat di leher Mundingsari. Bayi yang tidak tahu menahu persoalan apapun itu terlelap, bahkan bergerak menempatkan diri pada gendongan yang paling nyaman dan hangat.
“Anak muda. Nyalimu benar-benar luar biasa. Aku kagum padamu,” ujar Resi Kamayan.
Lohgawe tertawa berderai, tapi kemudian menghentikan deraiannya karena bayi mungil di pelukannya menggelinjang. Ia meniru yang dilakukan Darsi, menepuk-nepuk pantatnya.
“Engkau siapa Kiai?” Lohgawe memerhatikan lelaki berwajah tirus yang pasti bukan prajurit dilihat dari sikap serta dandanannya. Kelihatan berwibawa dan aura perbawanya terasa.
“Aku Resi Kamayan.”
Lohgawe mengangguk-angguk. Ternyata ini paman guru Kertapati yang sangat sakti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum