Piala Dunia 2026, Siswa Meksiko Libur Sekolah 3 Bulan
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
154
Kematian Kertapati tidak seorang pun menangisi karena senja diam-diam telah bersekutu dengan waktu. Ia juga akan mati seperti Kertapati: tidak ada kepahlawanan, tidak ada puja-puji.
“Perlukah itu kiai?”
Resi Kamayan tersenyum pahit.
“Bukankah alam berbuat adil? Kertapati pembunuh ayah ibuku.” ujar Lohgawe.
“Keadilan adalah sesuatu yang ada karena tidak ada.” jawab Resi Kamayan. Ia kemudian menghunus keris carubuk yang tadi disengkelitkan di pinggangnya.
“Menang kalah, bagiku, sama tidak pentingnya. Kertapati mati dalam pertempuran. Gara-gara dia, orang tuamu terbunuh. Jangan lupa, akulah yang memanah dalang Ki Panjang Mas. Aku juga yang memanah Dinar dan istrinya. Engkau takut menghukumku?”
“Kiai…jadi engkau yang..”
“Benar! Mari kita lanjutkan perkelahian ini. Jangan membuang waktu.” Resi Kamayan dengan garang menerjang Lohgawe. Kerisnya menusuk lurus ke dada lawannya. Lohgawe gesit mengelak. Terjadilah pertempuran satu lawan satu yang tidak seimbang. Tadi pun dikeroyok dua Lohgawe bisa membunuh Kertapati. Apalagi sekarang tampak sang resi berkelahi tanpa greget. Lohgawe menyadari hal ini. Kenapa pertempuran diteruskan? Seberapapun menepnya Lohgawe, ia tetap seorang anak muda yang betapapun masih memiliki darah panas. Ayahnya mati dan resi inilah yang memanahnya.
Seratus jurus mereka bertempur, Resi Kamayan terbit sayah. Ia bukan pria gila wanita. Ia tidak pernah menghambur-hamburkan tenaga main perempuan. Ia memelihara kesehatan dengan rajin meditasi. Tapi usia tidak bisa diperdaya. Tadi pun napasnya mulai terengah-engah. Apalagi setelah berlangsung perkelahian cukup memeras tenaga. Tubuh Resi Kamayan mandi keringat.
“Tranggg!” Keris Kalawelang beradu dengan keris carubuk. Begitu kerasnya benturan, terlebih Resi Kamayan makin loyo, membuat senjatanya terpental. Tapi resi itu tidak menyerah. Dengan tangan kosong ia menghantam sekuatnya dada Lohgawe. Ini jurus sampyuh.
“Plakkkkk!” Lohgawe menangkis dengan tangan kanan, sementara keris Kalawelang ia pindahkan ke tangan kiri. Resi Kamayan sempoyongan beberapa jangkah, dan kesempatan ini tidak disia-siakan Lohgawe. Tangan kanannya mengambil keris Naga Siluman dan dilemparkan bagai anak panah meluncur deras ke dada Resi Kamayan.
“Crappp!!!” Keris pusaka milik demang Kertapati amblas ke dada Resi Kamayan sampai gagangnya. Persis seperti dulu ia memanah Dinar Saka, Latri Dewani dan Ki Panjang Mas.
Lohgawe menyembah takzim di hadapan gurunya, Kaki Suryadharma.
“Sujud syukur kepada hyang wisesa,” kata Lohgawe sambil menundukkan kepala.
“Kenapa?” Kaki Suryadharma bertanya.
“Berkah hyang wisesa saya berhasil memenangkan pertempuran.”
“Semakin manusia mengatasnamakan tindakannya sebagai barokah hyang wisesa, kian banyak terjadi kehancuran. Sang akarya semesta tidak memerlukan suaka dari manusia yang sekadar makhluk rapuh ciptaan-Nya.”
“Sendhika, Guru. Saya selayaknya bersyukur telah melaksanakan tugas dengan berhasil. Semoga rama dan iyung tersenyum dalam keabadian,” ujar Lohgawe.
“Keabadian adalah sejenis omong kosong, Lohgawe. Yang tidak abadi itulah keabadian.”
“Sendhika.”
“Yang tidak memburu kebahagiaan itulah sejatinya bahagia. Dan orang paling miskin itu adalah orang yang memiliki banyak keinginan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.