7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
154
Kematian Kertapati tidak seorang pun menangisi karena senja diam-diam telah bersekutu dengan waktu. Ia juga akan mati seperti Kertapati: tidak ada kepahlawanan, tidak ada puja-puji.
“Perlukah itu kiai?”
Resi Kamayan tersenyum pahit.
“Bukankah alam berbuat adil? Kertapati pembunuh ayah ibuku.” ujar Lohgawe.
“Keadilan adalah sesuatu yang ada karena tidak ada.” jawab Resi Kamayan. Ia kemudian menghunus keris carubuk yang tadi disengkelitkan di pinggangnya.
“Menang kalah, bagiku, sama tidak pentingnya. Kertapati mati dalam pertempuran. Gara-gara dia, orang tuamu terbunuh. Jangan lupa, akulah yang memanah dalang Ki Panjang Mas. Aku juga yang memanah Dinar dan istrinya. Engkau takut menghukumku?”
“Kiai…jadi engkau yang..”
“Benar! Mari kita lanjutkan perkelahian ini. Jangan membuang waktu.” Resi Kamayan dengan garang menerjang Lohgawe. Kerisnya menusuk lurus ke dada lawannya. Lohgawe gesit mengelak. Terjadilah pertempuran satu lawan satu yang tidak seimbang. Tadi pun dikeroyok dua Lohgawe bisa membunuh Kertapati. Apalagi sekarang tampak sang resi berkelahi tanpa greget. Lohgawe menyadari hal ini. Kenapa pertempuran diteruskan? Seberapapun menepnya Lohgawe, ia tetap seorang anak muda yang betapapun masih memiliki darah panas. Ayahnya mati dan resi inilah yang memanahnya.
Seratus jurus mereka bertempur, Resi Kamayan terbit sayah. Ia bukan pria gila wanita. Ia tidak pernah menghambur-hamburkan tenaga main perempuan. Ia memelihara kesehatan dengan rajin meditasi. Tapi usia tidak bisa diperdaya. Tadi pun napasnya mulai terengah-engah. Apalagi setelah berlangsung perkelahian cukup memeras tenaga. Tubuh Resi Kamayan mandi keringat.
“Tranggg!” Keris Kalawelang beradu dengan keris carubuk. Begitu kerasnya benturan, terlebih Resi Kamayan makin loyo, membuat senjatanya terpental. Tapi resi itu tidak menyerah. Dengan tangan kosong ia menghantam sekuatnya dada Lohgawe. Ini jurus sampyuh.
“Plakkkkk!” Lohgawe menangkis dengan tangan kanan, sementara keris Kalawelang ia pindahkan ke tangan kiri. Resi Kamayan sempoyongan beberapa jangkah, dan kesempatan ini tidak disia-siakan Lohgawe. Tangan kanannya mengambil keris Naga Siluman dan dilemparkan bagai anak panah meluncur deras ke dada Resi Kamayan.
“Crappp!!!” Keris pusaka milik demang Kertapati amblas ke dada Resi Kamayan sampai gagangnya. Persis seperti dulu ia memanah Dinar Saka, Latri Dewani dan Ki Panjang Mas.
Lohgawe menyembah takzim di hadapan gurunya, Kaki Suryadharma.
“Sujud syukur kepada hyang wisesa,” kata Lohgawe sambil menundukkan kepala.
“Kenapa?” Kaki Suryadharma bertanya.
“Berkah hyang wisesa saya berhasil memenangkan pertempuran.”
“Semakin manusia mengatasnamakan tindakannya sebagai barokah hyang wisesa, kian banyak terjadi kehancuran. Sang akarya semesta tidak memerlukan suaka dari manusia yang sekadar makhluk rapuh ciptaan-Nya.”
“Sendhika, Guru. Saya selayaknya bersyukur telah melaksanakan tugas dengan berhasil. Semoga rama dan iyung tersenyum dalam keabadian,” ujar Lohgawe.
“Keabadian adalah sejenis omong kosong, Lohgawe. Yang tidak abadi itulah keabadian.”
“Sendhika.”
“Yang tidak memburu kebahagiaan itulah sejatinya bahagia. Dan orang paling miskin itu adalah orang yang memiliki banyak keinginan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.