Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Banyak orang yang mengatakan jika dua orang berjodoh memiliki wajah yang mirip satu sama lain. Apakah Anda juga memiliki anggapan yang sama?
Mungkin Anda mendengar pernyataan bahwa semakin lama bersama, sepasang suami istri akan terlihat mirip satu sama lain. Demi menjawab pertanyaan tentang mengapa bisa wajah pasangan terlihat mirip, ada beberapa teori.
Dilansir dari Fatherly, beberapa dekade yang lalu, peneliti dari University of Michigan rupanya telah mempelajari hal tersebut.
Mereka menganalisa foto-foto pasangan heteroseksual yang baru saja menikah hingga 25 tahun. Peneliti lalu menemukan bahwa pasangan tumbuh menjadi serupa.
Baca juga: 7 Tips Keuangan untuk Bertahan dan Menghadapi Resesi Ekonomi
Peneliti berteori bahwa emosi masing-masing pasangan yang dirasakan bersama selama bertahun-tahun menyebabkan penampilan menjadi mirip, misalnya kerutan hingga ekspresi.
Contohnya, saat pasangan sama-sama tertawa atas suatu lelucon, mereka mengadopsi ekspresi satu sama lain dan mulai mengembangkan lelucon yang sama pula dari waktu ke waktu.
Teori ini telah dikutip dalam penelitian lain selama bertahun-tahun. Meski begitu, ada studi lain yang menunjukkan bahwa kemungkinan bukan tentang bagaimana dua orang berkembang bersama, tetapi lebih banyak tentang pilihan seseorang saat mencari pasangan sejak awal.
Sebuah studi tahun 2005 terhadap anak kembar menemukan pasangan dari anak kembar lebih mirip dari anak kembar lain yang tidak identik.
Jadi, bisa diartikan bahwa ada kemungkinan secara tidak sadar orang-orang memilih pasangan yang secara genetik sama dengan mereka.
Baca juga: Ini Makanan dan Minuman Harus Dihindari Usai Olahraga, Salah Satunya Telur Goreng
Studi lain pada tahun 2018 mencoba menguji hipotesis terkait kecenderungan tertarik pada sosok seperti orang tua. Mereka meneliti pasangan biracial (pasangan dari keturunan ras campuran). Hasilnya menunjukkan mungkin ada beberapa dasar teori bahwa orang-orang memiliki pasangan yang mirip dengan susunan biologisnya.
Ben Domingue, asisten profesor di Stanford, AS, juga punya pendapat sendiri. Menurutnya, orang yang mirip cenderung menemukan satu sama lain karena kesamaan dalam konteks sosial atau dasar budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.