24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
124
“Masih terngiang di telingaku ucapan eyang Suryadharma. Anak kita akan kena karma jika tidak menjadi muridnya. Aku benar-benar ngeri, Kangmas. Anak macan itu mati oleh anak panahmu. Jangan-jangan, ahh..” Gayatri menutupi mukanya dengan kedua tangan.
“Ada aku di sini, Yayi. Tidak ada yang ditakutkan. Siapa yang dapat mengganggu anak kita? Para pengawal di sini juga terlatih.” Demang Martapura membesarkan hati istrinya.
“Tapi, tapi ..” suara Gayatri berubah. Masih gemetar tapi bukan takut, melainkan mabuk kepayang yang selalu datang jika suaminya menciumi tengkuk dan lehernya dengan lembut. Ada tiga titik “kelemahan” Gayatri selain tengkuk dan leher, yaitu ketiak yang kini diraba-raba oleh suaminya. Demang Martapura paling suka membelai rambut ketiak Gayatri yang lebat.
“Kangmas, ahhh, kangmas akan pergi dari Tembayat, kita..?”
Demang Martapura sejenak menghentikan belaiannya.
“Pergi ke mana Yayi? Eyang Suryadharma kepincut dengan keberanian, kebersihan serta bakat Lohgawe. Beliau ingin sekali mengambil murid. Lalu aku ditakut-takuti seperti anak kecil saja.” Demang Martapura tertawa hanya untuk menutupi kecemasannya.
Sejak demang itu bertemu eyang Suryadharma, melihat kadigdayannya, aura wibawanya, dan “nubuat”-nya, ia galau dan tidak mampu mengusir bayang-bayang kakek sakti itu. Itulah sebabnya ia mencari “perlindungan” kepada istriinya, kepada orang yang paling dicintai di alam semesta ini, dan karam dalam samudra cintanya yang tak bertepi.
Mereka tidak bercakap-cakap lagi. Tidak ada yang perlu dipercakapkan saat itu. Wayah lingsir wengi, malam menjadi nyenyat. Iklim di Tembayat sedang bediding di awal kemarau, dan bagi mereka yang berkeluarga di malam “nggregesi” itu hanya satu kata paling baik: kelonan.
*******
DEMANG Martapura adalah seorang manusa gemblengan. Ia dan lurah Kertapati bisa dibilang sak banyon: satu perguruan. Guru mereka kakak adik, maka Resi Kamayan praktis juga paman gurunya. Yang membedakan keduanya, kalau lurah Kertapati ambisius, mata keranjang, dan menghalalkan semua cara demi mencapai penggayuhnya. Sedangkan Martapura cenderung pendiam, menyikapi derajat pangkat semat benar-benar sebagai amanat, dan bukan jenis manusia yang netranya berminyak jika melihat wanita macak. Dan mengabdi jalan dharma.
Akan halnya Gayatri, gadis cantik merak ati, menjadi rebutan Kertapati dan Martapura. Jika Kertapati terang-terangan menyatakan cinta, sementara Martapura menunjukkan tresnanya dengan sikap halus lembut. Barangkali memang sudah jodohnya, atau Gayatri merasakan adanya “chemistry” berdekatan dengan Martapura, maka ia memilih pemuda pendiam itu sebagai suami. Sedikit banyak hal ini menimbulkan dendam di hati Kertapati, yang kian menjadi-jadi dengkinya ketika Martapura diangkat sebagai demang di Tembayat. Dua kali ia kalah: merebut hati Gayatri dan menjadi demang yang sangat diimpikan. Membuat kesumatnya sampai ujung rambut. Tapi, ia bisa berbuat apa? Dendam untuk sementara ditabung jauh di dasar hati.
Betapapun menepnya, demang Martapura tetap manusia yang tidak luncas dari khilaf. Ia makhluk lemah, yang kedua kaki dan tangannya terbelenggu oleh gari yang kuat yaitu kasihnya terhadap istri dan anak. Di dalam dekapan Gayatri, yang juga mencintainya sepenuh jiwa raga, demang itu tenggelam dalam lautan nafsu asmara, menyeret pula istrinya, sehingga mereka lupa akan segala kekhawatiran. Semalaman mereka mabuk wiski birahi, dan akhirnya tertidur pulas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.