Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji 14 Tahun
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Ilustrasi bayi kembar identik (Pixabay/3194556)
Harianjogja.com, JAKARTA- Mencukur rambut bayi bagi sebagian orang tidak hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga ada mitos di baliknya. Beberapa orangtua memilih untuk mencukur habis rambut bayi mereka yang baru lahir ketika menginjak usia 40 hari.
Potong rambut pada anak sendiri memiliki beragam alasan. Salah satu yang paling populer diyakini masyarakat Indonesia adalah agar anak tumbuh memiliki rambut tebal.
Tapi, apakah pandangan tersebut benar? Dokter spesialis kulit dr. Cindy Paulina Tan punya jawabannya.
Baca juga: Bingung Memilih Sampo Bayi? Ini yang Harus Diperhatikan
"Sebenarnya itu mitos karena pertumbuhan rambut dipengaruhi genetik atau juga selama kandungan apakah nutrisi vitamin untuk pertumbuhan rambutnya cukup," kata Cindy dalam siaran langsung Instagram bersama The Asian Parent, Selasa (15/9/2020).
Ia menjelaskan bahwa mencukur rambut pada bayi hingga habis sebenarnya hanya akan berdampak pada petumbuhan rambut menjadi bersamaan. Sehingga, rambut yang tumbuh jadi terlihat lebih tebal.
Baca juga: Ini Manfaat Kesehatan Memiliki Anak di Awal Usia 20-an Tahun
"Rambut punya masa tumbuh dan patah. Kalau mencukur habis membuat semua rambut memiliki masa secara bersamaan," katanya.
Sedangkan dari sisi medis, rambut panjang akan membebani akar. Sementara bayi baru lahir cenderung memiliki akar rambut yang masih rapuh. Menurut Cindy, dengan mencukur habis rambut, bisa memberi kesempatan bagi akar rambut tumbuh lebih kuat dahulu sekaligus menjaga kebersihan kulit kepala.
Cindy juga mengatakan bahwa bayi jangan terlalu sering keramas karena bisa merusak kandungan sebum di kepalanya. "Kita gak anjurkan bersihkan setiap hari supaya sebum di kulit kepalanya gak kering. Cukup (keramas) dua kali seminggu," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.