Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Penyebar Hoaks ke Bareskrim
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Jason Momoa - Youtube
Harianjogja.com, NEW YORK—Pelecehan diduga terjadi saat produksi film Justice League. Jason Momoa, aktor pemeran Aquaman pun menuntut penyelidikan.
Jason Momoa meminta adanya penyelidikan yang tepat untuk pengalaman tidak menyenangkan yang dialami oleh Ray Fisher dan pemain lainnya oleh Warner Bros selama di lokasi syuting Justice League.
Pada 8 September, bintang Aquaman ini menunjukkan dukungannya pada Fisher dan tuduhan tentang perilaku kasar serta tidak profesional dari sutradara Joss Whedon dan produser Geoff Johns dan Jon Berg saat syuting Justice League. Dia juga membuat tagat #IStandWithRayFisher pada unggahan Instagram Story.
Pada Senin (14/9/2020) malam, Momoa kembali menyerukan agar pihak Warner Bros. mengawasi dan melakukan penyelidikan terkait masalah ini.
"Kekacauan ini harus dihentikan dan coba lihat @Ray8fisher dan semua orang yang mengalami apa yang terjadi dan @wbpictures perlu penyelidikan yang tepat," kata Momoa melalui laman Instagram pribadinya, dilansir Variety, Selasa (15/9/2020).
Momoa juga mengatakan bahwa pengumuman soal dia sedang dalam pembicaraan untuk mengisi suara Frosty the Snowman pada film mendatang yang diproduseri oleh Berg dan Johns adalah palsu. Menurut Momoa, hal ini dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari tuduhan Fisher.
Fisher mengunggah tuduhan pertamanya tentang Whedon dan Warner Bros. pada pagi hari tanggal 1 Juli, dan sekitar satu jam kemudian, pengumuman tentang Momoa dan Frosty the Snowman dirilis.
"Saya hanya berpikir ini adalah sebuah kebohongan saat merilis Frosty tanpa sepengetahuan saya karena untuk mengalihkan perhatian dari Ray Fisher yang berbicara tentang cara kami diperlakukan pada pengambilan ulang Justice League. Itu perlu diselidiki dan orang-orang perlu dimintai pertanggungjawaban," ujar Momoa.
Saksi Kunci
Sebelumnya pada Senin (14/9/2020), Fisher mengatakan penyelidik Warner Bros dengan mudah menghindari menghubungi saksi kunci yang memberikan pernyataan memberatkan kepada WB HR.
"Mereka juga telah memulai wawancara dengan saksi [dan sejak saat itu menghilang] yang melibatkan mantan dan eksekutif tingkat atas saat ini," kata Fisher.
Fisher melanjutkan dengan mengatakan bahwa individu yang terlibat dalam penyelidikan tersebut telah memanggilnya untuk meminta maaf.
Investigasi Justice League Warner Bros dimulai pada akhir Agustus, dan beberapa minggu kemudian, perusahaan tersebut mengklaim bahwa Fisher tidak bertemu dengan penyelidik pihak ketiga yang dipekerjakan.
Namun, aktor tersebut membalas dan membantah klaim Warner Bros, memberikan tangkapan layar email yang dia kirim ke timnya dan SAG-AFTRA di mana dia mengklaim telah bertemu dengan penyelidik melalui Zoom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.