Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengumuman lomba mirip Bu Tejo./Instagram @tendapesta.klaten
Harianjogja.com, JOGJA - Belakangan ini, jagad hiburan sedang diramaikan dengan sosok Bu Tejo, aktor utama dalam film pendek berjudul Tilik, karya Ravacana Films.
Film yang lahir dari cerita ibu-ibu di Jogja itu viral karena karakter Bu Tejo yang julid, nyinyir, tapi punya celetukan-celetukan yang kini banyak ditiru orang. Salah satunya adalah kata-kata Bu Tejo "dadi wong ki sing solutip ngono lho" yang artinya jadi orang itu yang solutif gitu lho.
Kini, Bu Tejo yang dimainkan oleh perempuan bernama Siti Fauziah atau Ozie ini sedang laris di layar kaca. Ia banyak diundang stasiun tv swasta di Indonesia untuk mengisi acara.
Tidak hanya dunia hiburan yang tertarik mendatangkan karakter Bu Tejo, tetapi juga dunia bisnis. Bahkan bisnis persewaan alat pesta sekalipun.
Di Cawas, Klaten, seorang pengusaha persewaan alat pesta membuat lomba menarik bertajuk Bu Tejo. Roy Margono, nama pengusaha itu, menggelar lomba video mirip Bu Tejo dalam rangka memperingati ulang tahun usaha miliknya, Roy Pro Tenda Pesta Cawas. Tema yang diangkat adalah "Rasan-Rasan Soal Hajatan Dengan Pasang Tenda".
DIhubungi Harianjogja.com, Senin (7/9/2020) pagi, Roy mengatakan bahwa ia sengaja memanfaatkan momen viralnya Bu Tejo untuk mendongkrak bisnis persewaan alat pesta yang digelutinya. Ia mengakui, selama ermpat bulan terakhir, usaha persewaan alat pesta secara umum di wilayahnya anjlok.
"Kami sepi order di masa pandemi ini. Selama empat bulan kami [pengusaha persewaan alat pesta] tiarap. Karyawan banyak yang dirumahkan. Banyak yang banting setir menjadi petani, buruh bangunan, ada juga yang jualan," tuturnya.
Munculnya Surat Edaran Bupati Klaten yang memberikan izin untuk masyarakat yang ingin menggelar hajatan meski masih dalam keterbatasan, seakan menjadi angin segar bagi dirinya dan para pengusaha lain. Ada secercah harap bahwa kegiatan pesta akan bergeliat lagi.
"Kemudian saya ambil momen Bu Tejo ini untuk membuat lomba mirip Bu Tejo. Harapannya masyarakat tertarik untuk menggelar hajatan sehingga kegiatan persewaan alat pesta hidup lagi," katanya.
Dalam lomba ini, peserta tinggal bergaya seperti Bu Tejo, membicarakan seputar persewaan tenda untuk hajatan, merekam dan mengunggah videonya.
Dilansir dari Instagram @tendapesta.klaten, berikut ini syarat dan ketentuan yang tertera dalam pengumuman lomba Mirip Bu Tejo:
1. Wanita/emak-emak usia minimal 17 tahun
2. Make-up dirimu dan gayamu agar mirip dengan Bu Tejo pemeran Film Tilik
3. Kirimkan video dengan durasi 30 detik-59 detik, yang berisi tentang action ala Bu Tejo
4. Tema video adalah Rasan-rasan soal hajatan yang menggunakan tenda pesta (Tarub)
5. Action boleh dilakukan lebih dari 1 orang
6. Upload video Anda di FB atau IG dan Tag pada semua medsos dari akun Roy Pro serta mantion 5 teman Anda.
7. Dapatkan like sebanyak-banyaknya dari teman Anda
8. Pemenang akan diumumkan pada akhir Oktober 2020
9. Hasil pengumuman mutlak dari penyelenggara.
Roy mengatakan, untuk penjurian, pihaknya berencana mendatangkan Bu Tejo secara langsung. "Rencananya Mbak Siti [Bu Tejo] jadi jurinya biar lebih ramai dan fair," katanya.
Lomba ini akan mengambil tiga pemenang. Juara I mendapat Rp1,5 juta, juara II Rp1 juta, dan juara III Rp500.000. Anda tertarik?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.