Singapura Kalahkan Timor Leste 2-0, Pimpin Grup A ASEAN Hyundai Cup
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Ilustrasi imunisasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA--Penyakit autoimun belakangan semakin dikenal, terutama setelah beberapa artis Indonesia dikabarkan menderita penyakit serupa, seperti Raditya Dika, Jessica Iskandar, Ashanty, hingga Andrea Dian.
Autoimun adalah suatu kondisi dimana sistem imun keliru dan salah menafsirkan ketika virus atau bakteri masuk, di mana sistem imun malah ikut menyerang tubuh alih-alih melindunginya. Itulah mengapa virus atau penyakit yang menyerang penderita autoimun dampaknya bisa lebih berat.
Tapi, kenapa ya rata-rata penyakit autoimun baru terdeteksi saat penderitanya beranjak remaja hingga dewasa?
BACA JUGA : Menurut Penelitian , Ini Daftar Makanan Wajib Dikonsumsi
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi dr. Laniyati Hamijoyo, Sp.PD-KR mengatakan jika autoimun juga bisa terdeteksi pada anak-anak, di mana pada masa itu mereka sistem imunnya terganggu karena faktor lingkungan, bisa karena virus maupun bakteri.
"Pengaruh dari lingkungan mungkin saja sudah ada sejak anak-anak. Pada saat terjadi gangguan virus pada anak-anak, akan timbul suatu gangguan dari imunnya," ujar dr. Laniyati dalan acara webinar PHASE Academia Klinik Perisai Husada dan Novartis Indonesia, Sabtu (15/8/2020).
Mendeteksi autoimun memang tidak mudah. Hal ini lantaran gejala berbeda pada setiap penderita autoimun, bergantung pada jenis dan pencetus gejalanya.
Pencetus gejala bisa berupa stres, paparan sinar matahari, udara dingin, dan sebagainya. Jadi penting untuk mengetahui faktor pencetus autoimun, agar tidak kambuh dan mudah dikontrol dengan obat.
BACA JUGA : Raditya Dika Kena Gangguan Autoimun, Ini Tipe-Tipenya
"Gangguan imunnya mungkin sudah ada, tapi tidak ada gejala. Ada suatu keadaan dimana ada pencetus, dia stres, beban yang berat, akan muncul gejalanya," ungkap dr. Lani.
Namun, apabila memiliki autoimun tapi pencetusnya atau gejalanya tidak kunjung terjadi, maka bisa jadi autoimunnya baru terjadi saat ia tua kelak.
"Jadi kalau dia nggak ada faktor-faktor itu, mungkin munculnya di usia tua. Jadi biasanya pada saat remaja atau menjelang dewasa, ada faktor lain pencetus, itu yang bikin dia muncul pada saat itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.