5 Gunung Api Berstatus Siaga, dari Merapi hingga Anak Krakatau
Lima gunung api di Indonesia berstatus Siaga Level III. Simak riwayat erupsi Merapi, Sinabung, Lewotobi, Semeru, dan Anak Krakatau.
Hati hewan/sproutfield.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Merebus daging kambing, jeroan atau organ dalam hewan untuk menghilangkan bau tak cukup hanya sekali.
President of Association of Culinary Professionals Chef Stefu Santoso mengatakan perebusan bisa dua hingga tiga kali walau menggunakan rempah-rempah.
"Sebenarnya yang terbaik jeroan harus dicuci bersih dulu sebelum diolah terutama di dalam usus, kemudian direbus sebentar dengan mempergunakan rempah. Bisa jahe bisa cengkeh kemudian dibuang airnya. Bisa 2-3 kali," kata Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group itu dalam sesi Kuliah WhatsApp bersama media belum lama ini.
Rempah yang umum digunakan antara lain jahe, sereh, cengkeh dan kayu manis. Stefu menuturkan, buang air rebusan lalu rebuslah kembali jeroan dengan garam dan rempah hingga matang.
"Airnya dibuang untuk menghilangkan kotoran yang ada kemudian direbus hingga matang dengan garam dan rempah," tutur dia.
Ada beragam hidangan yang terbuat dari jeroan, mulai dari rendang paru, gulai otak, satai usus, sego babat, satai uritan hingga rempelo ati goreng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lima gunung api di Indonesia berstatus Siaga Level III. Simak riwayat erupsi Merapi, Sinabung, Lewotobi, Semeru, dan Anak Krakatau.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.