Menkes Tetapkan 3 Jenis Vaksin Ini jadi Booster, Begini Skenarionya
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Banyak orang suka makan coklat karena diyakini dapat meningkatkan perasaan bahagia bagi yang mengonsumsinya. Siapa sangka, ternyata cokelat memberi manfaat bagi kesehatan jatung?
Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada 22 Juli di European Journal of Preventive Cardiology, para peneliti dari beberapa lembaga medis, termasuk Mayo dan Cleveland Clinics, menemukan bahwa orang yang memakan cokelat setidaknya sekali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit arteri koroner, dibandingkan dengan orang yang jarang makan cokelat atau tidak sama sekali.
Baca juga: Pakai Masker Bikin Bau Mulut? Begini Cara Mengatasinya
Hal ini diketahui setelah para peneliti meneliti 6 studi tentang pemakan cokelat dan kesehatan jantung, yang melibatkan 336.289 peserta internasional, untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan antara cokelat dan penyakit arteri koroner.
Para ahli tidak mengukur berapa banyak cokelat yang dimakan untuk mendapat manfaat nyata, tetapi penulis mengatakan kemungkinan dalam jumlah besar atau tidak, cokelat memiliki efek yang baik untuk kesehatan.
Para peneliti berteori bahwa senyawa dalam cokelat seperti polifenol dan flavanol dapat meningkatkan beberapa ukuran kesehatan jantung dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik dalam darah kita. Ini mendukung bukti sebelumnya bahwa cokelat dapat bermanfaat bagi kesehatan, meningkatkan tekanan darah dan faktor kardiovaskular lainnya.
Baca juga: McDonalds dan Sejumlah Merk Makanan Terkenal Lain Buka-bukaan Resep Masakannya, Mau Coba?
Dalam studi ini, para peneliti tidak membedakan antara jenis coklat (putih, gelap, dan susu). Saat ini, bukti menunjukkan bahwa cokelat hitam, dengan kadar polifenol yang tinggi dan kadar gula dan lemak yang lebih rendah, mungkin yang terbaik untuk kesehatan.
Studi saat ini juga tidak mengukur jumlah partisipan cokelat yang dimakan, lemak, kalori, dan gula yang dikemas dengan banyak cokelat dan permen komersial. Terlalu banyak gula, beberapa jenis lemak, dan konsumsi kalori berlebih semuanya terkait dengan risiko penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya yang lebih tinggi, jadi apa pun manfaat cokelat, jumlah sedang mungkin menjadi kunci.
"Cokelat dalam jumlah sedang tampaknya melindungi arteri koroner tetapi kemungkinan dalam jumlah besar tidak. Kalori, gula, susu, dan lemak dalam produk yang tersedia secara komersial perlu dipertimbangkan, terutama pada penderita diabetes dan orang gemuk," ujar Dr. Chayakrit Krittanawong dari Baylor College of Medicine, salah satu penulis penelitian ini, dilansir dari Insider, Jumat (24/7/2020).
Kendati demikian penelitian ini belum jelas tentang apakah cokelat saja yang dapat meningkatkan kesehatan jantung, atau ada variabel lain yang terlibat. Studi ini tidak memperhitungkan perbedaan kebiasaan olahraga, yang bisa mempengaruhi kesehatan orang lebih dari makanan ringan mereka.
Lokasi geografis juga bisa menjadi faktor. Beberapa orang yang paling mencintai cokelat di dunia hidup di negara-negara Eropa seperti Swiss, yang memiliki kebiasaan kesehatan dan kebugaran yang sangat berbeda dengan AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.