Matangkan Persiapan Muktamar ke-34, PBNU Perkuat Konsolidasi
PBNU terus mematangkan persiapan Muktamar ke-34, Munas dan Konbes dijadwalkan Juli-Agustus 2026.
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA – Tingginya minat masyarakat dalam bersepeda belakangan ini membuat Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) memprediksi bahwa sepeda bisa menjadi moda transportasi di Tanah Air. Hal itu akan memberikan dampak pada pendapatan pelaku rental sepeda.
Sekjen Apsindo, Eko Wibowo mengatakan bahwa ini adalah peluang bagi penyewaan sepeda, karena tren bersepeda di masa pandemi Covid-19 tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, pada kuartal III/2020 saja permintaan sepeda meningkat dengan signifikan.
“Pertumbuhannya dalam kuartal III/2020 pertumbuhannya tiga sampai empat kali lipat dan ini berkorelasi ke bisnis rental sepeda. Penggunaan sepeda akan makin lazim untuk menjadi moda transportasi ke depan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, (23/7/2020).
Dia menjelaskan bahwa strategi yang bisa diterapkan oleh pelaku rental sepeda dan pemerintah daerah (pemda) adalah untuk menyediakan hub atau titik yang ramai dilalui oleh masyarakat untuk ditempatkan sepeda di sana. Kemudian, dia berharap pelaku rental sepeda untuk lebih kreatif dalam mempromosikan ini bisa melalui kerja sama dengan komunitas dan lainnya.
Baca Juga: Bersepeda Marak, Pabrik Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Founder Kayuh dan Code Margonda Crative Hub, Didi Diarsa Adiana mengamini bahwa tren penyewaan sepeda naik seiring dengan kegembiraan masyarakat untuk bersepeda setelah berdiam cukup lama. “Iya, [permintaan] naik sekitar 3-4 kali lipat,” ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan bahwa untuk strategi untuk menarik minat masyarakat, lelaki yang membuat sepeda dari kayu ini meyakini bahwa keunikan menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Pesepeda Ambruk dan Meninggal di Underpass YIA
“Pastinya siapkan sepeda cukup banyak dan unik ya, untuk harga sewa [masyarakat] tidak ada masalah karena masyarakat sedang demam bersepeda sampai stok suku cadang dan aksesoris sulit ditemukan karena stok habis,” ucapnya.
Tantangan Sepeda sebagai Moda Transportasi
Namun, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang melihat bahwa untuk menjadikan sepeda sebagai moda transportasi masih memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, penyewaan sepeda masih berkutat di kawasan wisata.
“Menurutku bisnis penyewaan di Indonesia, masih [kuat] di kawasan wisata. Masalahnya adalah kawasan wisata masih banyak yang tertutup bagi banyak orang. Adapun, strategi yang dibutuhkan adalah mulai penerima sepeda sebagai alat transportasi. Maka harus disiapkan parkiran khusus sepeda, di mal, di stasiun, di kantor, dan lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PBNU terus mematangkan persiapan Muktamar ke-34, Munas dan Konbes dijadwalkan Juli-Agustus 2026.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.