Blok Masela Akhirnya Bergerak, Hambatan 28 Tahun Mulai Terurai
Proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah pemerintah menyelesaikan berbagai hambatan yang tertunda selama 28 tahun.
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Harianjogja.com, JAKARTA – Tingginya minat masyarakat dalam bersepeda belakangan ini membuat Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) memprediksi bahwa sepeda bisa menjadi moda transportasi di Tanah Air. Hal itu akan memberikan dampak pada pendapatan pelaku rental sepeda.
Sekjen Apsindo, Eko Wibowo mengatakan bahwa ini adalah peluang bagi penyewaan sepeda, karena tren bersepeda di masa pandemi Covid-19 tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, pada kuartal III/2020 saja permintaan sepeda meningkat dengan signifikan.
“Pertumbuhannya dalam kuartal III/2020 pertumbuhannya tiga sampai empat kali lipat dan ini berkorelasi ke bisnis rental sepeda. Penggunaan sepeda akan makin lazim untuk menjadi moda transportasi ke depan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, (23/7/2020).
Dia menjelaskan bahwa strategi yang bisa diterapkan oleh pelaku rental sepeda dan pemerintah daerah (pemda) adalah untuk menyediakan hub atau titik yang ramai dilalui oleh masyarakat untuk ditempatkan sepeda di sana. Kemudian, dia berharap pelaku rental sepeda untuk lebih kreatif dalam mempromosikan ini bisa melalui kerja sama dengan komunitas dan lainnya.
Baca Juga: Bersepeda Marak, Pabrik Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Founder Kayuh dan Code Margonda Crative Hub, Didi Diarsa Adiana mengamini bahwa tren penyewaan sepeda naik seiring dengan kegembiraan masyarakat untuk bersepeda setelah berdiam cukup lama. “Iya, [permintaan] naik sekitar 3-4 kali lipat,” ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan bahwa untuk strategi untuk menarik minat masyarakat, lelaki yang membuat sepeda dari kayu ini meyakini bahwa keunikan menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Pesepeda Ambruk dan Meninggal di Underpass YIA
“Pastinya siapkan sepeda cukup banyak dan unik ya, untuk harga sewa [masyarakat] tidak ada masalah karena masyarakat sedang demam bersepeda sampai stok suku cadang dan aksesoris sulit ditemukan karena stok habis,” ucapnya.
Tantangan Sepeda sebagai Moda Transportasi
Namun, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang melihat bahwa untuk menjadikan sepeda sebagai moda transportasi masih memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, penyewaan sepeda masih berkutat di kawasan wisata.
“Menurutku bisnis penyewaan di Indonesia, masih [kuat] di kawasan wisata. Masalahnya adalah kawasan wisata masih banyak yang tertutup bagi banyak orang. Adapun, strategi yang dibutuhkan adalah mulai penerima sepeda sebagai alat transportasi. Maka harus disiapkan parkiran khusus sepeda, di mal, di stasiun, di kantor, dan lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah pemerintah menyelesaikan berbagai hambatan yang tertunda selama 28 tahun.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.