Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Sandyakala Ratu Malang/Hengki Irawan
Bukan main geramnya Damar melihat sikap pengecut Ki Suradipa. Dan kemurkaan ditumpahkan kepada para prajurit yang mengepung dirinya.
“Kalian, budak demang pengecut itu, mau mengeroyok? Majulah!” ujar Damar parau, karena dadanya dipenuhi hawa amarah dan gundah.
Beberapa orang bergerak merangsek. Damar mengeluarkan lengkingan dilambari tenaga dalam. Tubuhnya melompat ke atas. Sekali tangannya bergerak, empat prajurit roboh dan dengan akas tangan kanannya merampas tombak. Kendati bukan pusaka, namun dengan bersenjatakan tombak kiprah Damar sangat luar biasa. Setiap pemuda sakti itu menggerakkan tombaknya tentu setidaknya dua atau tiga orang musuh terpelanting.
Tidak sampai sepenginang, kepungan para prajurit mengendur. Beruntung Damar walau masih muda tapi banyak mendapat wejangan dari ayah sekaligus guru kanuragannya, Begawan Sempani. Tidak ada seorang pun prajurit yang mati atau terluka parah. Mereka sekadar lecet dan paling hanya patah tulang. Damar paham bahwa mereka cuma instrumen kekuasaan Ki Suradipa.
“Bangsat tua bangka, pengecut nista tidak tahu malu. Ayo hadapi aku, Damar Panuluh, putra Begawan Sempani. Engkau, Suradipa gila, seorang demang sakti mandraguna, mengapa takut kepada anak desa?” Damar berdiri dengan tombak di tangan kanan, sedangkan tangan kirinya berkacak pinggang. Dadanya yang bakuh terangkat, dan kedua kakinya terpentang lebar.
“Damar ….” terdengar panggilan lirih, suara itu begitu halus seakan datang dari angkasa dan membawa semangat pemuda itu melayang-layang. Panggilan mesra itu bagaikan air wahyu yang disiramkan di kepalanya. Betapa suara itu menembus memasuki dada, mendatangkan rasa haru, anyep, dan menghalau nafsu amarahnya yang menggelegak. Cepat Damar berlutut, kepala Begawan Sempani diangkat dengan hati-hati. Ayahnya memandang Damar dengan sayu.
“Ngger, janganlah dirimu menjadi budak amarah. Semua sudah garis sang hyang agung. Aku, juga engkau, siapapun tidak bisa mengelak dari kehendak Gusti. Tombak ini, Kanjeng Kiai Garuda Yaksa, ia terlampau bertuah. Aku tidak kuasa menerimanya,”
Damar memandang pilu mata tombak yang melesak ke dada ayahnya.
“Harus kucabut tombak ini, rama?” Damar bertanya ragu.
Begawan Sempani tersenyum hambar. Damar tidak dapat menahan keharuan menampaki betapa dalam keadaan mandi darah itu ayahnya masih tersenyum. Dipeluk ketat tubuh sang bapa dan pemuda gagah itu menangis sesenggukan seperti anak kecil.
“Benar aku kalah oleh tuah Kanjeng Kiai Garuda Yaksa. Namun tidak seorang pun dapat mencabut tombak itu kecuali memang aku inginkan. Tidak ada yang bisa selain engkau, anakku. Cabutlah nanti setelah aku berangkat …”
“Rama …” Damar maklum ayahnya tidak mungkin tertolong. Yang ia lakukan hanyalah memeluk serta menciumi kepala ramandanya dengan hati remuk redam.
“Damar, sekaranglah titiwanci aku menjembreng tabir rahasia yang menyelimuti dirimu, Ngger. Jangan lagi panggil aku rama. Engkau bukan anakku, melainkan cucu …”
Kalau saja misteri itu diungkapkan pada waktu biasa, tentu Damar terkesima. Tapi saat ini perasaannya dikuasai kesedihan sehingga berita mengejutkan itu diterima dengan tenang. Tidak ada pengaruhnya. Begawan Sempani itu mau ayah kandung, atau kakek, atau bahkan sama sekali tidak ada sangkutan darah. Apa pedulinya? Bagi Damar, posisi Begawan Sempani tidak tergantikan dan tak terpermanai oleh predikat apapun.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 015
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.