7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Sandyakala Ratu Malang/Hengki Irawan
“Tidak ada yang salah dengan kuda-kuda kalian. Kalau kalian terus memaki, tentu akan terlempar. Hati-hati.”
Mendengar suara ini mereka menengok, dan mulut mereka menganga.
Persis di belakang mereka, Begawan Sempani berjalan santai dengan tongkat di tangan. Biarpun kedua kakinya bergerak pelan, namun kecepatannya tidak kalah dengan larinya kuda. Melihat kasekten pendeta itu mereka berhenti menyerapahi kudanya. Namun seorang di antara mereka, prajurit termuda dengan kumis tipis dan bermuka klimis, tidak peduli dengan peringatan bahkan menyumpah dengan umpatan-umpatan jorok.
Mendadak kudanya meringkik aneh, dan sembari berdiri dengan kedua kaki belakang kuda itu menggoyangkan pinggulnya dengan kuat. Tidak dapat dicegah, prajurit nahas itu terlempar dari punggung kuda. Masih untung jatuhnya di semak yang tebal sehingga hanya lecet-lecet ringan di kulit.
“Ki sanak, kendalikan kuda kalian dengan baik. Aku berjalan di depan,” terdengar suara lembut di samping mereka.
Bayangan putih berkelebat, dan dengan terpana mereka samar-samar melihat Begawan Sempani “terbang” dan sekejap kemudian menjadi titik kecil di kejauhan. Menampaki betapa digdayanya sang begawan, mereka berdecak kagum.
Dengan cepat mereka menolong kawannya yang terlontar dari pelana kuda. Prajurit muda itu kapok ugal-ugalan dan makiannya berubah rintihan karena beset-beset ringan itu perihnya luar biasa. Anjir.
*******
SURADIPA seorang yang banyak angkah (gagasan) dan tidak pernah jauh dari berkah. Tokoh sakti itu pernah menjadi banteng Mataram zaman Panembahan Senopati.
Berkat jasanya ikut menaklukkan Madiun, ia diangkat sebagai demang di Tembayat, bahkan tidak cuma diganjar pangkat ia dijodohkan dengan kembang kedaton gandes luwes bernama Mila Hasanah Banowati, yakni putri dari salah satu selir Panembahan Senopati. Praktis sebagai putra menantu raja, tak kepalang daulat yang dipegang Ki Suradipa.
BACA JUGA: Cerita Bersambung Sandyakala Ratu Malang: Bagian 003
Masih bersinggungan dengan barokah, sejak dipimpin Suradipa, kademangan Tembayat subur makmur, raharja gemah ripah loh jinawi. Para paman petani mengolah sawah dengan giat serta sarat semangat, tak lain karena pajak tidak terlalu berat. Begitu pula paman nelayan melaut penuh gembira, hasil ikan sedemikian melimpah sehingga dipasok ke daerah lain.
Tembayat sedang terang bintang.
Kebahagiaan apalagi yang niscaya didustakan?!
Yang dusta mungkin karena dunia fana. Sedangkan samudera sebegitu jembar mengalami pasang surut. Cuaca semesta sedemikian wiyar mengenal musim katiga dan rendheng. Apalagi manusia: makhluk ringkih terhadap kehendak sang hyang agung. Roda pemerintahan yang awal berputar lancar di bawah instruksi Ki Suradipa, tiba-tiba harus tunduk kepada nasib.
BACA JUGA: Cerita Bersambung Sandyakala Ratu Malang: Bagian 004
Perubahan drastis terjadi semenjak Demang Sura mengambil selir anyar untuk menambah koleksinya, yang sudah terkumpul lima belas garwa ampil (ampeyan) itu.
Semula Ki Suradipa sangat mencintai Mila, sebagai garwa padmi, dan tidak memelihara selir. Namun sejak sang permaisuri melahirkan bayi perempuan yang mungil, entah kenapa, Ki Suradipa salin pakerti. Ia mulai mengambil ampeyan, dari satu, dua, hingga lima belas. Terbaru, adalah ledek yang sangat masyhur kecantikannya, kepiawaian menari, dan kemerduan suaranya. Namanya Nimas Lembah Manah, seniman komplet asal Dusun Srebegan, Tawangsari.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang: Bagian 006
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.