Sandiaga: Desa Wisata Bakal Jadi Winner
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan berjalan menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke terminal Pulogebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang karyawan di Alfa Group yang berkantor di Tangerang bernama Ragil Kurnia Pribadi, sempat merasa stres ketika rencana mudiknya tak berjalan sesuai keinginan.
Padahal pria berusia 26 tahun ini sudah sejak Februari membeli tiket pesawat untuk mudik pada 20 Mei. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), membuatnya terpaksa harus membatalkan rencana mudik tersebut.
“Stres karena tidak mudik dan juga karena virus Corona ini. Rindu dengan keluarga juga, bisa dibilang homesick karena hampir setahun tidak bertemu orang tua. Kalau bukan Lebaran, kapan lagi pulang?” Ujarnya seperti dikutip dari siaran pers GueSehat, Sabtu (23/5/2020).
Untuk mengatasi homesick karena tidak bisa mudik ke Situbondo, Jawa Timur, pria yang bekerja sebagai desainer grafis ini sering menelpon keluarganya dengan melakukan video call kepada orang tua setiap dua hari sekali.
Selain itu, untuk menghilangkan rasa stres dan kesepian, Ragil menghabiskan waktu dengan main game online atau video call bareng teman, nonton film, dan fokus beribadah. “Yang paling penting belajar ikhlas dengan situasi saat ini,” tuturnya.
Jaga Kondisi Fisik
Sementara itu, Psikiater Gina Anindyati mengatakan bahwa kesepian dan homesick memang menjadi masalah kejiwaan atau psikologis yang rentan dialami seseorang yang tidak mudik. Untuk mengatasi kondisi mental tersebut, seseorang juga perlu menjaga kondisi fisik.
“Kondisi mental atau kejiwaan tidak terpisah dengan kondisi fisik, maka kita perlu menjaga diri baik-baik. Paling pertama, jaga kesehatan fisik dahulu, usahakan istirahat yang cukup, makan bergizi, dan lakukan aktivitas fisik secara rutin,” ungkapnya.
Tetap Terhubung dengan Orang Terdekat
Selain itu, usahakan juga untuk memiliki kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari di rumah dan cobalah untuk tetap terhubung dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, atau teman. “Bisa berkomunikasi melalui telepon, saling mengirimkan paket atau makanan khas saat Lebaran. Hal ini untuk mencegah rasa kesepian akibat tidak mudik,” terangnya.
Cari Teman yang Senasib
Senada disampaikan oleh Psikolog Klinis Alexandra Gabriella yang mengatakan jika rindu dengan keluarga atau merasa homesick seseorang bisa menghabiskan waktu dan merayakan kebersamaan dengan orang-orang yang memiliki nasib yang sama.
“Cobalah tetap terhubung secara virtual dan mengobrol dengan orang-orang yang juga tidak bisa mudik dan dengan keluarga di kampung halaman. Dengan tetap terhubung dengan teman yang juga tidak bisa mudik atau dengan keluarga, seseorang tidak akan merasa kesepian dan homesick.”
Berbagi dengan Sesama
Kalau bisa, usahakan juga untuk saling berbagi, coba lebih banyak menyumbang. Saat berbagi, kita diingatkan kembali betapa banyak anugerah yang diberikan pada kita.
Melalui kegiatan berbagi, seseorang yang tidak bisa mudik akan merasa lebih pulih, tidak kehilangan perannya, dan merasa bermanfaat untuk orang lain. “Kita membantu orang lain dan memberikan efek positif pada orang lain. Jelas dengan hal ini, kita punya energi yang positif juga,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.