KPK Dalami Aliran Uang Kasus Pemerasan Bupati Tulungagung
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Gisella Anastasia. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Artis Gisella Anastasia mengakui jika penghasilannya kini tidak seperti sebelumnya. Hal itu karena dampak Covid-19.
"Kalau aku untungnya endorse-an masih jalan yah walaupun di situasi kayak gini aku sensitif sendiri. Kayaknya nggak enak juga, harganya aku banting-bantingin. Malah kebanyakan juga nolongin orang cuma yang penting timku dapat rezeki dari situ," kata Gisella Anastasia di akun YouTube Melaney Ricardo yang diunggah pada Senin (11/5/2020).
Selanjutnya, dia mengatakan kalau ada bisnis restaurannya yang terpaksa ditutup. Selebihnya, usaha kuliner lainnya tidak berdampak banyak.
"Kalau aku kebetulan Tuhan sudah siapin dari bisnis yang lain masih bisa jalan. Bisnis aku goyang sedikit tapi masih diberkati karena emang online jualannya. Yang parah bisnis makanan aku, aku kan ada tuh tempat makan anak dan keluarga," ucap Gisella Anastasia.
"Karena itu nggak bisa take away. Soalnya tempat itu unggul buat main anak. Setelah nggak boleh pergi, yaudah selesai. Terus kita akhirnya memutuskan tutup sementara. Kalau tutup income nol. Semua bisnis makanan berantakan," sambungnya lagi.
Ibu satu anak ini mengaku sempat pusing setengah mati memikirkan nasib karyawan restaurannya itu. Pasalnya, bisnis itu tidak cuma miliknya.
Mantan istri Gading Marten ini bekerjasama dengan delapan orang temannya. Beruntung meskipun mengalami masalah keuangan, Gisella Anastasia dkk tidak sampai hati buat memecat karyawannya.
"Tapi aku buka restauran ini nggak sendirian, kalau sendirian, aku bisa memberikan segala macem yang aku bisa tapi aku rame-rame ada sembilan orang. Ada sembilan suara dan pandangan. Jadi itu buat nyatuinnya setengah mati," tutur Gisella Anastasia.
"Sampe akhirnya pada saat ini kita berserah dan mengasihi, kita sama-sama susah dan semua orang merugi, tapi kita masih hidup oke, sedangkan kalau mereka kan karyawan gajinya gimana. Tapi akhirnya semua temen-temen aku satu suara buat bagaimana caranya biar karyawan tidak di rumahkan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.