Kasus Femisida Seksual di Indonesia Meningkat Sepanjang 2025
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Pandji Pragiwaksono. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya dialog antara komika Pandji Pragiwaksono dan para pelapor dalam kasus pertunjukan Mens Rea telah dilakukan, namun arah penyelesaian perkara masih belum jelas. Hingga kini, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan lengkap terkait kemungkinan penyelesaian melalui restorative justice.
Polda Metro Jaya menyatakan proses tersebut masih dalam tahap awal dan belum dapat disimpulkan sebagai langkah menuju penyelesaian damai. Kepastian mengenai kelanjutan kasus pun masih menunggu hasil komunikasi internal penyidik.
Polisi Belum Terima Laporan Lengkap
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan utuh terkait upaya restorative justice.
“Terkait tentang saudara Pandji, ada percobaan pertemuan, kami juga belum mendapatkan laporan secara lengkap. Nanti akan kami sampaikan pada rekan-rekan di tahap berikutnya,” ujarnya di Jakarta.
Ia menambahkan pihaknya masih berkoordinasi dengan penyidik terkait kehadiran terlapor dan lima pelapor dalam pertemuan yang digelar di Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026).
Dialog Digelar dengan Lima Pelapor
Pertemuan tersebut mempertemukan Pandji dengan lima pelapor yang sebelumnya melaporkan dirinya. Dialog difasilitasi oleh pihak kepolisian dan telah dipersiapkan sejak beberapa waktu sebelumnya.
Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut murni bertujuan untuk bertukar pandangan.
“Kami minta ke Polda Metro melalui Dirreskrimum untuk diadakan semacam dialog dengan para pelapor. Tadi ada lima pelapor, hadir semua, dan proses dialognya difasilitasi dengan baik,” kata Haris.
Ia menegaskan pihaknya tidak mengajukan tuntutan, melainkan ingin memahami latar belakang laporan yang dibuat para pelapor.
Permintaan Pelapor dan Respons Pandji
Dalam dialog tersebut, pelapor menyampaikan sejumlah harapan, termasuk permintaan maaf dari Pandji kepada publik serta harapan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Haris menyebut pihaknya terbuka jika dialog lanjutan diperlukan, bahkan bersedia mendatangi pelapor untuk melanjutkan diskusi.
“Jadi, tadi murni benar-benar dialog. Kita cari substansinya secara genuine, ada pertukaran satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, Pandji mengaku dialog berjalan lebih cair dari yang ia bayangkan.
“Saya yang datang-datang berasumsi mungkin akan ada banyak perdebatan, tapi ternyata berjalan dengan sejuk, ditutup dengan ketawa-ketawa,” ungkapnya.
Arah Penyelesaian Masih Menunggu
Meski dialog telah berlangsung, belum ada kepastian apakah kasus ini akan berlanjut ke proses hukum berikutnya atau mengarah pada penyelesaian damai.
Polda Metro Jaya menegaskan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah mendapatkan laporan lengkap dari penyidik.
Situasi ini membuat nasib kasus Pandji Pragiwaksono masih berada di tahap menunggu, meski komunikasi antara pihak terlapor dan pelapor sudah mulai terbangun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.