Imunisasi Tak Capai Target, Wabah Berisiko Muncul Lagi
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Pedagang masker/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Adanya kasus Virus Corona membuat warga memburu masker. Masker bedah atau masker sekali pakai menjadi salah satu barang yang paling dicari hingga kini.
Namun nyatanya, masker sebaiknya digunakan bagi mereka yang menderita sakit seperti flu atau batuk supaya tidak menulari orang lain. Atau bagi mereka yang tengah melakukan perjalanan menggunakan pesawat karena sirkulasi udara di badan pesawat yang minim.
Sayangnya, di kota-kota besar seperti Jakarta, ketersediaan masker seketika langka, bahkan harganya melonjak bisa berkali-kali lipat. Beberapa waktu lalu pun, ada oknum-oknum nakal yang menjual masker rekondisi atau bekas pakai.
Kata dokter kosmetologi, dr. Indira P. Tranggono, untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga, sejatinya masker bisa dibuat sendiri menggunakan kain.
"Lebih baik bikin masker sendiri. Dari kain saja. Kita bisa cuci sendiri, daripada pakai masker berpenyakit, bikin masker yang bisa dicuci," ujarnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Kalau pun tetap ingin menggunakan masker sekali pakai, Indira menyarankan agar sebaiknya masker tersebut tidak dipakai berhari-hari. "Masker sekali dipakai, besok dibuang karena dia sudah menyaring kotoran dari lingkungan kita. Diganti sebaiknya per 6 jam atau 12 jam," jelasnya.
Sementara itu, Indira menuturkan, untuk terhindar dari virus corona, menjaga dan meningkatkan imunitas menjadi hal terpenting. Jika imun seseorang kuat, penyakit atau virus apapun tidak akan masuk ke dalam tubuhnya.
Untuk menjaga imunitas itu, kata Indira perlu berolahraga secara rutin dan memakan makanan sehat, disertai dengan mengkonsumsi vitamin C.
"Minum vitamin C 2.000 mili bisa sampai 3.000 mili, tidak apa-apa bagi lambung," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.