Insentif Mobil Listrik 2026 Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Insentif mobil listrik 2026 dikaji ulang pemerintah untuk tekan subsidi BBM dan dorong industri otomotif nasional.
Pedagang masker/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Adanya kasus Virus Corona membuat warga memburu masker. Masker bedah atau masker sekali pakai menjadi salah satu barang yang paling dicari hingga kini.
Namun nyatanya, masker sebaiknya digunakan bagi mereka yang menderita sakit seperti flu atau batuk supaya tidak menulari orang lain. Atau bagi mereka yang tengah melakukan perjalanan menggunakan pesawat karena sirkulasi udara di badan pesawat yang minim.
Sayangnya, di kota-kota besar seperti Jakarta, ketersediaan masker seketika langka, bahkan harganya melonjak bisa berkali-kali lipat. Beberapa waktu lalu pun, ada oknum-oknum nakal yang menjual masker rekondisi atau bekas pakai.
Kata dokter kosmetologi, dr. Indira P. Tranggono, untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga, sejatinya masker bisa dibuat sendiri menggunakan kain.
"Lebih baik bikin masker sendiri. Dari kain saja. Kita bisa cuci sendiri, daripada pakai masker berpenyakit, bikin masker yang bisa dicuci," ujarnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Kalau pun tetap ingin menggunakan masker sekali pakai, Indira menyarankan agar sebaiknya masker tersebut tidak dipakai berhari-hari. "Masker sekali dipakai, besok dibuang karena dia sudah menyaring kotoran dari lingkungan kita. Diganti sebaiknya per 6 jam atau 12 jam," jelasnya.
Sementara itu, Indira menuturkan, untuk terhindar dari virus corona, menjaga dan meningkatkan imunitas menjadi hal terpenting. Jika imun seseorang kuat, penyakit atau virus apapun tidak akan masuk ke dalam tubuhnya.
Untuk menjaga imunitas itu, kata Indira perlu berolahraga secara rutin dan memakan makanan sehat, disertai dengan mengkonsumsi vitamin C.
"Minum vitamin C 2.000 mili bisa sampai 3.000 mili, tidak apa-apa bagi lambung," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Riyanda selamat dari tenggelamnya Virgo Transport 8 setelah berpegangan tripleks selama terombang-ambing di Laut Jawa.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Kontes nasional kambing Kaligesing di Kulon Progo diikuti 300 peserta. Ternak unggul disebut bernilai hingga ratusan juta rupiah.