Harga BBM Non Subsidi Pertamina Resmi Naik per 2 Agustus 2024, Berikut Rinciannya!
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Seorang penjaga keamanan mengenakan alat pelindung memeriksa suhu pengunjung di pintu masuk Kecelakaan & Darurat di Rumah Sakit Princess Margaret di Hong Kong, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Hong Kong melaporkan kematian akibat virus corona.Kasus ini merupakan kematian kedua di luar China daratan, di mana hampir 20.500 kasus telah dilaporkan./Bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah China mengklaim sebanyak 632 pasien sembuh dari infeksi novel coronavirus atau virus corona.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI Wiendra Waworuntu mengatakan pasien novel coronavirus atau virus corona bisa sembuh kemungkinan karena pasien memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.
Dia menjelaskan bahwa infeksi virus corona pada dasarnya bersifat self limiting disease. Artinya, bisa sembuh dengan sendirinya karena tubuh akan membentuk kekebalan tubuh untuk melawan virus yang menyerang tubuh.
"Dia bisa sembuh sendiri dengan ketahanan tubuhnya. Obat kan belum ada, vaksin juga belum. Jadi memang harus punya ketahanan tubuh karena yang diserang imun," kata Wiendra, Selasa (4/2/2020).
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pada penanganan self limiting disease yang dikelola memang adalah gejala-gejalanya, misal demam diberikan obat demam, sesak napas diberikan antibiotik, dan sebagainya.
Sedangkan, untuk kasus kematian akibat novel coronavirus, Wiendra menduga pasien telah memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti jantung, diabetes, dan lainnya. "Karena ada corona virus, dia meninggal karena ada penyerta penyakit lainnya," katanya.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya menyatakan, antibiotik tidak akan mampu melawan virus, termasuk virus corona. Zat ini hanya diperuntukan untuk mengobati infeksi bakteri.
Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk mengobati gejala.
Lalu, mereka yang sakit parah akibat infeksi virus harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan.
Menurut WHO, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi jenis baru virus corona. Orang yang berusia lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti asma, diabetes, penyakit jantung tampaknya lebih rentan mengalami sakit parah akibat virus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kenaikan harga terjadi untuk produk Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.