Tragis! Bocah SD di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Menyelamatkan Temannya
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Paru-paru. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Tidur di lantai kerap dianggap jadi salah satu penyebab paru-paru basah.
Hoaks yang banyak beredar di masyarakat mengenai paru-paru basah adalah kebiasaan tidur di lantai. Kepercayaan ini seperti turun-temurun dan mungkin sampai sekarang Anda masih memercayainya.
Beberapa orang beranggapan bahwa tidur di lantai kenapa bisa sebabkan paru-paru basah karena tubuh kedinginan dan ini memengaruhi paru. Padahal, menurut Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur dr Annisa Sutera Insani, SpP, itu anggapan yang tidak berdasarkan penelitian medis.
"Tidur di ubin bikin paru-paru basah? Itu nggak ada teori dan jurnal ilmiah dan medianya," kata dr Annisa saat diwawancarai Okezone-jaringan Harianjogja.com melalui pesan singkat, Kamis (30/1/2020).
Dokter Annisa menjelaskan, sakit paru-paru itu tergantung dari udara yang dihirup sehari-hari. Kualitas udara itu yang kemudian menentukan apakah Anda akan tergolong dalam faktor risiko atau bukan.
Jika Anda hidup di udara yang penuh polusi ditambah dengan merokok aktif, sambung dr Annisa, ya, risiko mengidap paru-paru basah akan semakin tinggi. Berbeda tentunya dengan mereka yang hidup di udara bersih dan tidak terpapar rokok.
Tidur di Lantai
Nah, dr Annisa coba memberi pandangannya kenapa tidur di lantai bisa berbahaya. Hal ini bisa karena adanya radon di lantai dan ini bukan mengarah pada paru-paru basah, tetapi lebih kepada risiko kanker paru. "Di ubin yang kotor, bisa saja ditemukan radon dan ini lebih ke risiko kanker paru," terangnya.
Selain itu, masalah lain yang mungkin dialami mereka yang tidur di ubin adalah batuk, pilek, dan flu. "Kalau ditanya bisa masuk angin atau nggak, di kedokteran kita tidak mengenal istilah itu," tambahnya.
Dokter Annisa menambahkan, kenapa risiko bahaya ini bisa muncul, salah satunya karena kondisi ubin itu lembap dan dingin, juga berdebu. Hal ini yang kemudian membuat risiko bahaya itu ada. "Bahkan, kalau punya alergi debu, ya, risikonya semakin tinggi buat mereka," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.