Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kegiatan pemeriksaan gigi di TK Indriyasana Baciro, Selasa (28/1/2020)/Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Prevalensi masalah gigi dan mulut anak-anak Indonesia masih sangat besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia yang menargetkan bebas karies pada 2030 mendatang.
CEO Cobra Dental, Adrian Susanto mengatakan prevalensi masalah gigi dan mulut anak-anak Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 57,6% orang Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut, dan prevalensi karies masih sangat tinggi di angka 93%.
"Oleh karena itu edukasi sejak usia dini sangatlah krusial agar anak-anak memahami pentingnya merawat kesehatan gigi dan rongga mulut," kata Adrian pemeriksaan gigi serta sikat gigi bersama dokter gigi ini di TK Indriyasana Baciro, Gondokusuman, Jogja, Selasa (28/1/2020).
Sebelum menyikat gigi bersama, dokter gigi Rifqie Al Haris selaku Product Advisor dari 3M dan Stefani Kristanti Saputra mengajarkan kepada para siswa bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Kegiatan tersebut, katanya, digelar sebagai salah satu strategi untuk mengurangi angka penderita karies gigi di Indonesia.
Kegiatan bakti sosial ini, lanjutnya, juga bertujuan turut mensukseskan program Kementrian Kesehatan RI di mana Indonesia ditargetkan Bebas Karies pada 2030 mendatang. "Disini ditekankan pentingnya menyikat gigi pagi dan malam hari secara benar agar terbentuk kebiasaan yang baik pada anak sejak usia dini," katanya.
Kepala Sekolah TK Indriyasana Baciro Benedicta Purwati Ida Kristanti mengatakan anak-anak TK ini juga mendapat penyuluhan seputar kesehatan gigi dan mulut. "Dokter gigi juga menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang memiliki dampak positif dan
negatif dalam kesehatan gigi dan mulut. Tak hanya itu, penyuluhan ini diselingi juga dengan interaksi para siswa/i dengan dokter," ujar Benedicta.
Menurutnya, kegiatan tersebut terlihat menyenangkan bagi anak-anak TK. Bukan hanya kegiatan yang hanya sekali tuntas, namun ada juga pemeriksaan gigi bagi anak-anak. Para orang tua dapat juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai acuan dalam perawatan gigi buah hatinya.
"Hal-hal sederhana seperti rajin menggosok gigi setiap pagi dan malam, tidak banyak dilakukan oleh keluarga baik anak-anak maupun orangtua. Tidak semua mengetahui pentingnya hal tersebut," katanya.
Oleh karena itu, pemberian informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut harus selalu dilakukan terutama saat masa kanak-kanak agar anak dapat membuat hal sederhana ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang nantinya akan menjadi budaya dalam keluarga mereka," tambah Benedicta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Timnas Swedia umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Isak, Elanga, dan Lindelof jadi andalan di Grup F.
Pakar UII Jogja mengembangkan AI wisata halal berbasis graf pengetahuan untuk menyatukan data wisata halal global yang lebih akurat dan cepat.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia