DPD DIY Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan, Ini Alasannya
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Nunung dan suami, July Sambiran. /Detikcom
Harianjogja.com, JAKARTA - Komedian Nunung kini tengah menjalani masa rehabilitasi usai kasus narkoba. Namun, ia tiba-tiba menghebohkan publik setelah tertangkap kamera di Bandara Adi Soemarno, Solo, akhir tahun 2019. Padahal, dirinya sedang melalui masa rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur.
Bersama sang suami, July Jan Sambiran, Nunung memang diberikan izin untuk mengunjungi ibunya. Diketahui, sang ibu sedang terbaring lemah karena penyakit kanker lidah stadium 3.
"Iya lah [memberi semangat pada ibu]. Tujuannya kan memang buat ibu," ujar Nunung saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).
Selain memberikan pelukan langsung untuk ibunya, Nunung juga menyempatkan menikmati kuliner khas Solo. Hal itu diucapkannya seraya tersenyum.
"Sempat [makan makanan khas Solo]. Makan lontong opor, gudeg ceker," sambungnya lagi.
Perjalanan Nunung ke kampung halamannya hanya sebatas 1x24 jam. Kini, pelawak yang merupakan tervonis kasus narkoba itu kembali melanjutkan masa hukumannya berupa 1,5 tahun rehabilitasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.