13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Hyper parenting/ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Memupuk dan menumbuhkan kepercayaan diri sangatlah penting, dan harus dilakukan sejak dini. Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, bisa membantunya mencapai kesuksesan di masa depan.
Tapi sayangnya, banyak anak juga yang tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup, sehingga membuatnya sulit bersosialisasi, atau berani melakukan sesuatu.
Tingkat kepercayaan diri anak, adalah tanggung jawab orang tua untuk menumbuhkannya. Banyak orangtua yang tidak menyadari hal ini. Bahkan ternyata, ada tindakan-tindakan dari orangtua pada anak yang bisa menghilangkan kepercayaan dirinya.
Berikut tindakan orangtua yang bisa menghilangkan kepercayaan diri anak seperti dilansir dari psychologytoday.com :
1. Membentak dan memukul
Tidak ada yang lebih buruk dari menurunkan harga diri dan menghilangkan kepercayaan diri seseorang ketika dia dibentak dan dipukul. Ini juga berlaku pada anak-anak. Ketika Anda berteriak dan memukul, Anda menunjukkan kontrol impuls yang buruk disampaikan melalui kemarahan dengan tujuan melemahkan anak Anda. Pelajaran hidup macam apa yang diajarkan itu?
Meskipun mungkin terasa seolah-olah Anda telah berhasil membuat mereka menghentikan perilaku ofensif mereka dengan cara itu, sebenarnya ini adalah perbaikan jangka pendek. Berteriak dan memukul anak dapat menurunkan kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah, mengatasi konflik, dan membangun harga diri.
2. Berkutat pada konflik masa lalu
Setelah masalah atau konflik diselesaikan, jangan terus mengungkitnya. Anak-anak harus diperbolehkan memulai dari awal dengan yang bersih. Orang tua yang mengemukakan kesalahan masa lalu anak-anak sedang mengajar mereka untuk menyimpan dendam untuk jangka waktu yang lama.
Juga, anak-anak perlu tahu bahwa begitu suatu masalah diselesaikan, itu menjadi bagian dari masa lalu. Semakin banyak seorang anak dapat diperkuat untuk perilaku positif dan pilihan mereka ke depan, semakin baik perasaan mereka tentang diri mereka sendiri. Dan mereka secara alami akan cenderung mengulangi pilihan masa lalu yang buruk untuk perhatian negatif.
3. Menyuntikkan rasa bersalah
Orang tua yang menggunakan rasa bersalah untuk mengendalikan anak-anak mereka berisiko mengasingkan mereka. Membuat anak menanamkan rasa bersalah pada dirinya, akan membuatnya tidak berani melakukan apapun karena khawatir melakukan kesalahan.
4. Berbicara dengan sarkasme
Penggunaan sarkasme menyakitkan anak-anak karena merasa malu. Menjatuhkan anak melalui sarkasme menciptakan hambatan bagi orang tua yang mencoba berkomunikasi secara efektif dengan anak-anak mereka
Selain memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri secara negatif, masing-masing perilaku pengasuhan negatif yang dijelaskan di atas dapat meningkatkan perilaku menantang pada anak Anda. Anak-anak yang memendam perasaan mereka karena terpapar dengan perilaku pengasuhan yang dibahas di atas mungkin akan muncul menjadi anak yang emosional dan mengecewakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : psychology today/Bisnis.com
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.