Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Hyper parenting/ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Memupuk dan menumbuhkan kepercayaan diri sangatlah penting, dan harus dilakukan sejak dini. Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, bisa membantunya mencapai kesuksesan di masa depan.
Tapi sayangnya, banyak anak juga yang tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup, sehingga membuatnya sulit bersosialisasi, atau berani melakukan sesuatu.
Tingkat kepercayaan diri anak, adalah tanggung jawab orang tua untuk menumbuhkannya. Banyak orangtua yang tidak menyadari hal ini. Bahkan ternyata, ada tindakan-tindakan dari orangtua pada anak yang bisa menghilangkan kepercayaan dirinya.
Berikut tindakan orangtua yang bisa menghilangkan kepercayaan diri anak seperti dilansir dari psychologytoday.com :
1. Membentak dan memukul
Tidak ada yang lebih buruk dari menurunkan harga diri dan menghilangkan kepercayaan diri seseorang ketika dia dibentak dan dipukul. Ini juga berlaku pada anak-anak. Ketika Anda berteriak dan memukul, Anda menunjukkan kontrol impuls yang buruk disampaikan melalui kemarahan dengan tujuan melemahkan anak Anda. Pelajaran hidup macam apa yang diajarkan itu?
Meskipun mungkin terasa seolah-olah Anda telah berhasil membuat mereka menghentikan perilaku ofensif mereka dengan cara itu, sebenarnya ini adalah perbaikan jangka pendek. Berteriak dan memukul anak dapat menurunkan kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah, mengatasi konflik, dan membangun harga diri.
2. Berkutat pada konflik masa lalu
Setelah masalah atau konflik diselesaikan, jangan terus mengungkitnya. Anak-anak harus diperbolehkan memulai dari awal dengan yang bersih. Orang tua yang mengemukakan kesalahan masa lalu anak-anak sedang mengajar mereka untuk menyimpan dendam untuk jangka waktu yang lama.
Juga, anak-anak perlu tahu bahwa begitu suatu masalah diselesaikan, itu menjadi bagian dari masa lalu. Semakin banyak seorang anak dapat diperkuat untuk perilaku positif dan pilihan mereka ke depan, semakin baik perasaan mereka tentang diri mereka sendiri. Dan mereka secara alami akan cenderung mengulangi pilihan masa lalu yang buruk untuk perhatian negatif.
3. Menyuntikkan rasa bersalah
Orang tua yang menggunakan rasa bersalah untuk mengendalikan anak-anak mereka berisiko mengasingkan mereka. Membuat anak menanamkan rasa bersalah pada dirinya, akan membuatnya tidak berani melakukan apapun karena khawatir melakukan kesalahan.
4. Berbicara dengan sarkasme
Penggunaan sarkasme menyakitkan anak-anak karena merasa malu. Menjatuhkan anak melalui sarkasme menciptakan hambatan bagi orang tua yang mencoba berkomunikasi secara efektif dengan anak-anak mereka
Selain memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri secara negatif, masing-masing perilaku pengasuhan negatif yang dijelaskan di atas dapat meningkatkan perilaku menantang pada anak Anda. Anak-anak yang memendam perasaan mereka karena terpapar dengan perilaku pengasuhan yang dibahas di atas mungkin akan muncul menjadi anak yang emosional dan mengecewakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : psychology today/Bisnis.com
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Cek 5 desil prioritas bansos PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000 lewat HP dengan NIK melalui situs resmi Kemensos.
Iran mengejek Donald Trump setelah operasi rahasia memindahkannya dari Air Force One ke pesawat C-32A saat meninggalkan Turki.
Hasil Liga Europa 2026/27, Benfica lolos ke play-off usai menahan Hearts, sedangkan Rangers tersingkir dari kompetisi.
Mendag meminta e-commerce mengutamakan produk lokal. Shopee merespons lewat 6 program untuk memperkuat daya saing UMKM di pasar digital.
Motor listrik mulai dilirik karena efisiensi biaya. VinFast Viper menawarkan skema baterai, penukaran cepat, dan garansi hingga enam tahun.