Ada Video Kuntilanak di Kaltim, Warganet: Kuntilanak Panik Rumahnya Mau Digusur untuk Ibu Kota

Ginanjar Saputra
Ginanjar Saputra Selasa, 10 September 2019 01:57 WIB
Ada Video Kuntilanak di Kaltim, Warganet: Kuntilanak Panik Rumahnya Mau Digusur untuk Ibu Kota

Penampakan sosok diduga hantu di Kaltim yang viral di media sosial. (Instagram-@makassar_iinfo)

Harianjoga.com, SOLO — Masyarakat Kalimantan Timur sedang digegerkan dengan penampakan sosok diduga hantu di yang terekam kamera. Videonya menjadi viral di media sosial akhir-akhir ini.

Video viral penampakan diduga hantu itu awalnya diunggah di akun Instagram @makassar_iinfo, Senin (9/9/2019). "Penampakan di lokasi kerja, di atas kontainer kamar mandi Tanjung. Kalimantan Timur," tulis pengelola akun Instagram @makassar_iinfo.

Berdasarkan video yang diunggah, memang tampak sosok putih berdiri di pohon. Entah apa itu sebenarnya, namun yang pasti penampakan itu membuat warganet menganggapnya sebagai penampakan kuntilanak.

Namun bukannya merasa takut, warganet malah ramai berkelakar penampakan di Kaltim itu berkaitan dengan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim. Dengan nada yang tak serius, warganet menyatakan kuntilanak pun gusar dengan pemindahan ibu kota ke Kaltim karena pohon sebagai tempat tinggalnya terancam ditebang.

"Ini kuntilanaknya panik soalnya ibu kota pindah. Rumahnya pohon dan hutan mau digusur," tulis pengguna akun Instagram @chandprks.

"Makhluk alam sebelah aja protes pohonnya ditebang buat dijadiin ibu kota. Gimana nanti mereka punah?" kelakar pengguna akun Instagram @anggawisaptra.

Terlepas dari komentar netizen, kebenaran penampakan itu masih diragukan. Banyak yang menduga penampakan pada video viral itu hanyalah pantulan cahaya dari benda berwarna putih dan bukan merupakan sosok hantu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : solopos.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online