Fantastis, Potongan Rambut Ludwig van Beethoven Dilelang Rp270 Juta
Potongan rambut Ludwig van Beethoven yang dipotong sendiri oleh sang komposer Jerman dan diberikan kepada seorang pianis pada 1826, dilelang oleh rumah lelang Inggris Sotheby.
Ilustrasi/Experimentlove
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengaruh negatif ponsel pintar terhadap kesehatan mental remaja perlu dihindari dari sekarang.
Penggunaan smatphone atau ponsel pintar kerapkali dinilai memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental anak remaja.
Beberapa dokter anak memberi masukan kepada banyak keluarga bahwa waktu menggunakan smartphone dalam jumlah kecil dinilai baik-baik saja, namun dalam jumlah besar dikaitkan dengan tingkat kesepian, kecemasan, dan depresi yang tinggi.
Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan pekan lalu di Clinical Psychological Science menyebutkan bahwa gagasan tersebut dipertanyakan.
Studi ini mensurvei lebih dari 2.000 remaja, dan kemudian lebih dekat meneliti sebanyak 388 remaja. Penelitian ini melacak waktu penggunaan smartphone pada siang dan malam, termasuk berapa banyak mereka mengirim pesan atau sms. Para remaja tersebut diminta melaporkan kesehatan mental mereka tiga kali sehari.
Setelah mengumpulkan 13.017 total pengamatan selama 5.270 hari studi, penulis penelitian menemukan bahwa penggunaan teknologi tidak memprediksi masalah kesehatan mental di kemudian hari pada remaja.
Kesehatan mental remaja juga tidak berbeda pada hari-hari mereka lebih banyak menggunakan smartphone daripada saat menggunakannya lebih sedikit.
Bahkan anak-anak yang berisiko untuk masalah kesehatan mental tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko masalah kesehatan mental pada hari-hari penggunaan teknologi yang lebih tinggi.
“Temuan dari penelitian ini tidak mendukung narasi bahwa penggunaan teknologi digital remaja dikaitkan dengan peningkatan gejala kesehatan mental,” ungkap para penulis penelitian, seperti dikutip dari Psychologytoday.
Dalam sebuah pernyataan tentang makalah tersebut, penulis studi Michaeline Jensen, asisten profesor psikologi di University of North Carolina di Greensboro, mengatakan: “Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa smartphone dan media sosial merusak kesehatan mental remaja. Kita tidak melihat banyak dukungan pada gagasan tersebut bahwa waktu yang dihabiskan untuk ponsel dan online dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental,”.
Temuan ini juga cukup mengejutkan. Hubungan antara penggunaan smartphone dan kesehatan mental remaja ternyata justru bisa positif.
Dengan kata lain, ketika remaja mengirim pesan atau sms lebih banyak, mereka merasa lebih baik. Itu sejalan dengan cara komunikasi dan koneksi yang secara umum dapat membantu kesehatan mental.
Temuan baru ini dapat meyakinkan orang tua bahwa hal ini penting untuk dicermati. Di sisi lain, penting pula untuk melihat apa yang tidak diteliti oleh penelitian ini, misalnya tentang apakah penggunaan yang lama bisa menghambat pengembangan keterampilan dalam komunikasi dan beraktivitas, atau mungkin dapat mengganggu perkembangan sosial.
Temuan ini memberi gambaran bahwa seiring dengan perkembangan zaman, orang tua perlu memikirkan kembali sikap mereka terhadap penggunaan media digital anak remaja mereka.
“Mungkin sudah waktunya bagi orang dewasa untuk berhenti berdebat tentang apakah smartphone dan media sosial baik atau buruk bagi kesehatan mental remaja, dan mulai mencari cara terbaik untuk mendukung mereka dalam kehidupan offline dan online mereka,” kata penulis studi Candice Odgers, profesor ilmu psikologi di University of California.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Psychologytoday
Potongan rambut Ludwig van Beethoven yang dipotong sendiri oleh sang komposer Jerman dan diberikan kepada seorang pianis pada 1826, dilelang oleh rumah lelang Inggris Sotheby.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.
Primbon Jawa menyebut lima weton perlu lebih waspada saat Jumat Pahing. Simak penjelasan dan pantangan menurut tradisi Jawa.