Izinkan Karyawan WFH Pascapandemi, Facebook: Kerja Jarak Jauh adalah Masa Depan
Orang-orang dengan peran yang memenuhi syarat di Facebook dapat melamar kerja jarak jauh secara permanen, tentunya dengan persetujuan dari manajer.
Harianjogja.com, JAKARTA – World Health Organization (WHO) menyatakan mikroplastik yang semakin banyak ditemukan dalam air mimun kemasan sejauh ini belum ada bukti hal tersebut beresiko bagi kesehatan manusia.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (29/8/2019) WHO menyebut produksi plastik telah tumbuh secara eksponensial dalam beberapa dekade terakhir dan diperkirakan bakal berlipat ganda pada 2014.
Selain itu, sebuah studi lain menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan mengandung unsur yang sangat kecil dari polimer, yang digunakan untuk wadah dan penutupnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa manusia mungkin terkontaminasi oleh bahan kimia yang digunakan dalam plastik tersebut.
Menanggapi hal tersebut, WHO telah merangkum berbagai penelitian pada subjek terkait dan menyatakan kekhawatiran itu tidak bersadar secara ilmiah.
Menurut laporan itu, partikel plastik yang lebih besar saja bisa melewati tubuh manusia. Oleh sebab itu, mikroplastik yang ukurannya lebih kecil berpotensi melewati dinding saluran pencernaan. Para peneliti juga mengatakan bahwa mereka tidak mungkin menumpuk dalam jumlah yang banyak dan membahayakan.
Alhasil, laporan tersebut menyimpulkan berdasarkan bukti terbatas yang ada, bahan kimia dan mikroba pathogen yang terkait dengan mikroplastik dalam air minum memiliki risiko kesehatan yang rendah bagi kesehatan manusia.
“Kesimpulan keseluruhannya adalah bahwa konsumen tidak boleh terlalu khawatir. Dengan daya yang kami miliki, kami percaya risikonya rendah. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada risiko sama sekali di masa depan,” kata Bruce Gordon, salah satu peneliti.
Kendati begitu, dia tetap mengimbau agar lebih banyak penelitian yang dilakukan terkait hal ini untuk benar-benar memastikan dan memahami bagaimana plasti menyebar dan berdampak bagi tubuh manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Orang-orang dengan peran yang memenuhi syarat di Facebook dapat melamar kerja jarak jauh secara permanen, tentunya dengan persetujuan dari manajer.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.