Ada Pelantikan Presiden di Jakarta, Konser K-Pop Batal
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Ibu hamil/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan terutama apabila dihirup oleh ibu hamil, bayi, dan anak.
Secara jangka pendek, ibu hamil dan janin yang terpapar polusi udara dapat mengalai iritasi mata, hidung berair, batuk yang sering kambuh, dan infeksi saluran napas atas.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Merwin Tjahjadi dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, menyampaikan bahwa ada beberapa potensi berbahaya yang dapat muncul bila ibu hamil dan perempuan pada umumnya terlalu banyak terpapar udara berkualitas buruk.
“Polusi udara tidak kasat mata sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil, padahal dampaknya cukup berisiko bagi ibu dan janin,” ujarnya.
Beberapa cara untuk mengatasinya adalah dengan memperhatikan air quality indeks (AQI) ketika berencana untuk beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, ibu hamil dapat menghindari aktivitas di luar ruangan di siang hari karena saat itulah polusi udara tertinggi, dan berupaya untuk memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas di luar ruang.
Alat penyaring udara juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan udara ketika sedang berada di dalam ruangan.
Bagi ibu hamil yang mengandung pada trimester awal harus lebih waspada. Risiko keguguran akipat terpapar polusi udara dapat meningkat pada usia kehamilan yang masih muda. Sebaiknya gunakan masker pernapasan yang layak ketika beraktivitas di luar ruang dan pantau selalu kualitas udara di sekitar kita.
Berikut ini beberapa dampak polusi udara pada ibu hamil dan janin menurut Merwin:
1. Berat badan lahir rendah
2. Meningkatkan risiko kelahiran prematur
3. Meningkatkan risiko bayi dengan kelainan cacat bawaan.
4. Infeksi saluran pernapasan atas dan asma: Polusi udara buruk dapat memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ataupun pencetus asma pada ibu hamil.
5. Meningkatkan risiko kardiovaskular maupun hipertensi dalam kehamilan akibat proses pengapuran plasenta.
6. Masalah fertilitas: Beberapa studi telah membutikan bahwa polusi udara terbukti memberikan dampak bagi berkurangnya tingkat fertilitas, baik pada perempuan maupun pria. Beberapa penelitian lainnya bahkan menghubungkan hal ini dengan kemungkinan keguguran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.