Matangkan Persiapan Muktamar ke-34, PBNU Perkuat Konsolidasi
PBNU terus mematangkan persiapan Muktamar ke-34, Munas dan Konbes dijadwalkan Juli-Agustus 2026.
Dokter Utojo Lubiantoro (kiri) dan dokter Boy Abidin berbicara di Seminar Awam Jantung dan Kateterisasi di Jakarta pada Sabtu (20/7/2019)./Antara-Akbar Evandio
Harianjogja.com, JAKARTA – Saat ini banyak yang masih salah kaprah bahwa sakit jantung berasal dari makanan dan pola hidup.
Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading bersama dengan Kalbe dan Jakarta Heart and Vascular Center mengadakan seminar awam mengangkat tema Jantung dan Kateterisasi yang digelar di Jakarta pada Sabtu (20/7/2019).
Utojo Lubiantoro, dokter yang menjadi salah satu pemberi materi, menjelaskan bahwa saat ini banyak yang masih salah kaprah bahwa sakit jantung berasal dari makanan dan pola hidup. Dia menyatakan bahwa itu bukan penyebab utama.
“Penyakit jantung koroner dan stroke ini sebenarnya masuk kategori penyakit degeneratif, kita tidak tahu penyebabnya, memang ada beberapa faktor risiko yang lebih tinggi tapi tidak selalu. Kuncinya harus melakukan medical check up untuk laki-laki pada umur 30-an, sedangkan perempuan saat setelah usia menopause,” jelasnya.
Spesialis jantung dan pembuluh darah ini menjelaskan sumbatan pada pembuluh darah terjadi mulai dari dinding pembuluh darah. “Jadi, intinya plak itu bagian dari dinding pembuluh darah. Plak ini bukan menempel, tapi tumbuh dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menghancurkan plak.”
Utojo mengatakan bahwa sampai saat ini penyebab menumbuhnya plak pasti masih belum diketahui. Plak bisa tumbuh dimana saja tapi paling banyak tumbuh di pembuluh koroner. Gejala yang khas dalam medis disebut anginatektoris yaitu rasa nyeri atau tidak nyaman di dada akibat otot jantung tidak mendapat cukup darah karena tersumbat di pembuluh koroner.
“Ada tiga sifat, pertama selalu merasa tidak enak di dada merasa nyeri tumpul. Kedua, lokasi nyeri di leher, rahang, bahu, lengan, ulu hati, nyeri tidak hanya di dada. Karakteristik umumnya terjadi ketika aktivitas atau stress. Ketiga, cepat capek, sesak nafas, dan pusing,” paparnya.
Dia mengatakan bahwa yang terpenting ketika menghadapi pasien sakit jantung adalah membuatnya dalam posisi duduk tegak, serta jangan ditidurkan, karena ketika pasien sesak kemudian diposisikan terbaring akan membuat beban jantung bertambah karena aliran darah semakin cepat beredar ke jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PBNU terus mematangkan persiapan Muktamar ke-34, Munas dan Konbes dijadwalkan Juli-Agustus 2026.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.