Rumah Penyimpan Ratusan Botol Miras di Semarang Terbakar
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Astrid Tiar. (Okezone)
Harianjogja.com, JAKARTA--Banyak kaum perempuan di Indonesia yang geram dengan video pernyataan Galih Ginanjar yang menghina Fairuz A Rafiq dan menyebut soal Ikan Asin. Mereka ingin Galih dipenjarakan atas kasus tersebut.
Salah satunya ialah Astrid Tiar, wanita 32 tahun tersebut diketahui cukup emosi saat membahas mengenai sosok Rey Utami, sang pemilik akun Youtube yang mempublikasikan video tersebut. Menurut mantan Gading Marten ini, seharusnya Rey dan suaminya bisa melakukan editing pada kata-kata tak pantas yang diucapkan oleh narasumbernya.
"Rey Utami dan Pablo itu punya hak untuk mengedit apa konten-konten yang perlu di publish, dan apa yang tidak perlu di publish," ungkap Astrid Tiar berapi-api.
"Yang kedua, kemarin Rey Utami sempat berbicara gitu ya, statementnya menyatakan bahwa kontennya kan judulnya \'Mulut Sampah\', jadi gue bisa ngomong apa saja sesuka gue, terserah gue," tambahnya.
Menanggapi komentar Rey Utami soal pernyataannya tersebut, Astrid Tiar pun geram. Ia bahkan menyebut bahwa seharusnya sebagai warga Indonesia Rey Utami bisa mengetahui nilai-nilai yang tertanam didalamnya. Dimana Indonesia sendiri memiliki adat istiadat, budaya, dan hukum.
"Begini ya mbak begini, kita ini sebagai warga masyarakat Indonesia, bangsa Indonesia itu mempunyai nilai-nilai. Tau dong nilai-nilai apa? Nilai adat, nilai budaya, adat istiadat, agama, dan hukum," tutur Astrid Tiar.
"Kebayang enggak sih, kita sebagai manusia bisa ngomong sesuka hati tanpa melihat nilai-nilai itu, di mana kita yang mempunyai moral adat itu di mana? Apa enggak di didik orangtuanya? Pertanyaan gue itu," ungkapnya.
Ia pun menambahkan bahwa seharusnya pernyataan Galih Ginanjar, terlebih sang pemilik akun, haruslah menyelesaikan permasalahan mereka hingga ke ranah hukum. Pasalnya, video yang tersebar secara bebas di akun Youtube, dapat merusak moral bangsa, khususnya anak muda.
"Makanya ini harus diselesaikan secara hukum agar mempunyai sifatnya jera, jadi semuanya itu enggak ada yang niru. Ini kan ditonton oleh generasi muda, gimana kalau ditiru? Masa depan negara ini yang punya adalah generasi muda," pungkasnya menahan emosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone/Solopos.com
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.