Film Garin Nugroho Merah Sebelum Fajar Tayang Perdana di Tokyo

Jumali
Jumali Rabu, 28 Oktober 2026 14:57 WIB
Film Garin Nugroho Merah Sebelum Fajar Tayang Perdana di Tokyo

Garin Nugroho/Instagram: merahsebelumfajar

Harianjogja.com, JOGJA—Film Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) karya sutradara Garin Nugroho terpilih berkompetisi dalam program Main Competition Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 di Jepang. Film yang mengangkat kisah Indonesia pada masa awal kemerdekaan tersebut menggelar pemutaran perdana dunia atau world premiere pada Selasa (27/10/2026).

Dalam kompetisi utama TIFF 2026, Merah Sebelum Fajar bersaing dengan 14 film lainnya untuk memperebutkan enam penghargaan. Kategori yang diperebutkan meliputi Tokyo Grand Prix, Special Jury Prize, Best Director, Best Actress, Best Actor, dan Best Artistic Contribution.

Sebelum pemutaran perdana, Garin membagikan momen kehadirannya di karpet merah festival melalui akun Instagram pribadinya, @garin_film, pada Senin (26/10/2026). Ia hadir bersama empat pemain film tersebut, yakni Nicholas Saputra, Laura Basuki, Tissa Biani, dan Nagra Pakusadewo.

TIFF ke-39 berlangsung pada 26 Oktober hingga 4 November 2026. Setelah diperkenalkan kepada penonton internasional melalui festival tersebut, Merah Sebelum Fajar dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 21 Januari 2027.

Perjalanan Membawa Dokumen Penting pada 1946

Merah Sebelum Fajar mengambil latar Indonesia pada 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan. Ceritanya mengikuti perjalanan Frans, karakter yang diperankan Nicholas Saputra, bersama empat tokoh lain yang berasal dari latar belakang berbeda.

Kelima karakter itu melintasi berbagai wilayah Indonesia sambil membawa sebuah dokumen penting. Perjalanan tersebut tidak berlangsung mudah karena mereka menghadapi beragam persoalan, termasuk kecurigaan dari orang-orang yang semestinya berada di pihak yang sama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Bagi Garin, tahun-tahun awal kemerdekaan menyimpan banyak kisah tentang pengalaman manusia yang belum banyak diangkat ke layar lebar. Ketertarikan terhadap periode sejarah tersebut menjadi salah satu alasan sutradara itu kembali mengeksplorasinya melalui Merah Sebelum Fajar.

“Saya tertarik kembali ke tahun-tahun awal kemerdekaan karena masih banyak pengalaman manusia dari masa itu yang belum hadir di layar. Dalam Merah Sebelum Fajar, kami membangun sebuah perjalanan untuk melihat Indonesia pada masa yang penuh perubahan. Saya senang film ini akan bertemu penonton untuk pertama kalinya di Tokyo,” ujar Garin dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.

Dalam produksi film ini, Garin bekerja sama dengan penulis skenario Dirmawan Hatta. Merah Sebelum Fajar diproduksi oleh Atarui Films bersama JAGARTHA, Springboard, Trinity Optima Production, dan IMAJINARI, serta mendapat dukungan dari Laspro.

Dengan latar sejarah awal kemerdekaan dan perjalanan lima tokoh dari latar belakang berbeda, film ini akan lebih dulu berhadapan dengan penonton festival internasional sebelum menyapa penonton bioskop Indonesia pada Januari 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online