KPK Ungkap 55 Aset Bupati Lombok Barat Belum Masuk LHKPN
KPK mengungkap dugaan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memiliki 55 aset tanah dan bangunan, namun banyak yang belum tercantum dalam LHKPN.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Kondisi detak jantung yang secara konsisten berada di bawah ambang normal perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda gangguan kesehatan serius. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Bradikardia, yakni ketika denyut jantung kurang dari 60 kali per menit.
Menurut Nityanand Tripathi, kondisi ini kerap tidak disadari karena gejalanya cenderung samar dan sering dikaitkan dengan kelelahan atau proses penuaan.
“Bradikardia seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya samar, terjadi secara berkala, atau salah dikaitkan dengan stres, kelelahan, atau proses penuaan alami,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times.
Gangguan Sistem Listrik Jantung
Ia menjelaskan, irama jantung diatur oleh nodus sinoatrial (SA), yakni “alat pacu alami” tubuh. Ketika sistem ini mengalami gangguan, jantung tidak mampu memompa darah kaya oksigen secara optimal ke seluruh tubuh.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi otak, menurunkan stamina, hingga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Bradikardia dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari ringan hingga serius. Beberapa gejala yang patut diperhatikan antara lain:
Tripathi menambahkan, risiko bradikardia meningkat pada usia lanjut, terutama di atas 65 tahun. Hal ini berkaitan dengan penurunan fungsi sistem listrik jantung seiring bertambahnya usia.
Selain itu, penyakit kronis seperti Diabetes, Hipertensi, dan Penyakit Arteri Koroner juga dapat memperbesar risiko.
Sayangnya, pada kelompok lansia, gejala sering kali dianggap sebagai bagian dari proses penuaan sehingga diagnosis menjadi terlambat.
Diagnosis dan Penanganan
Untuk memastikan kondisi ini, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) guna mendeteksi irama jantung abnormal.
Selain itu, pemantauan menggunakan alat Holter selama 24–48 jam dapat membantu menangkap gangguan yang muncul secara berkala.
Penanganan bradikardia bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, mulai dari penyesuaian obat hingga terapi lanjutan. Pada kasus tertentu, pasien mungkin memerlukan pemasangan alat pacu jantung.
Deteksi dini menjadi kunci penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengungkap dugaan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memiliki 55 aset tanah dan bangunan, namun banyak yang belum tercantum dalam LHKPN.
Satpol PP Bantul membongkar lokasi produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi. Petugas menyita 10 galon bahan baku, botol miras siap edar, dan sejumlah alat
Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama China Open 2026 setelah kalah tiga gim dari Ayush Shetty. Hasil ini mengakhiri momentum positif yang dibangun di Japan
Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham AS meningkat. SpaceX, Nvidia, Tesla, dan Apple menjadi instrumen favorit.
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menjadi tuan rumah World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, kongres alumni Jesuit terbesar di dunia