Advertisement

Mindful Eating, Cara Efektif Jaga Berat Badan Tetap Stabil

Chelsea Venda
Kamis, 02 April 2026 - 12:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Mindful Eating, Cara Efektif Jaga Berat Badan Tetap Stabil Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menjaga berat badan tetap stabil tidak hanya penting untuk penampilan, tetapi juga kesehatan jangka panjang. Salah satu metode yang kini banyak dianjurkan adalah mindful eating, yakni pola makan dengan kesadaran penuh terhadap respons tubuh.

Dokter spesialis gizi, Juwalita Surapsari, menjelaskan bahwa mindful eating efektif membantu mengontrol berat badan karena melatih seseorang mengenali sinyal lapar dan kenyang secara alami.

Advertisement

“Perhatikan kembali sinyal lapar dan kenyang. Saat ini banyak orang mulai kehilangan kepekaan terhadap sinyal tersebut karena pola makan yang tidak teratur,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dalam praktiknya, mindful eating tidak hanya memperhatikan frekuensi makan, tetapi juga jenis makanan, porsi, serta cara pengolahannya. Pendekatan ini membantu mencegah konsumsi berlebih tanpa harus menjalani diet ketat.

Kenali Skala Lapar dan Kenyang

Juwalita menjelaskan, rasa lapar dan kenyang dapat diukur menggunakan skala 1 hingga 10. Skala 1 menunjukkan kondisi sangat lapar hingga tubuh lemas, sedangkan skala 10 berarti sangat kenyang hingga menimbulkan mual.

Waktu ideal untuk mulai makan adalah saat berada di level 3 atau 4. Pada tahap ini, tubuh mulai memberi sinyal lapar, seperti perut berbunyi atau rasa tidak nyaman ringan.

Sebaliknya, tidak disarankan menunda makan hingga level 1 atau 2 karena dapat memicu makan berlebihan.

Berhenti Sebelum Terlalu Kenyang

Ia menekankan pentingnya prinsip berhenti makan sebelum terlalu kenyang. Idealnya, makan dihentikan di level 6 atau 7, saat tubuh sudah merasa cukup tanpa rasa begah.

Jika terus makan hingga level 8 sampai 10, risiko yang muncul adalah rasa tidak nyaman hingga mual akibat kekenyangan.

Bedakan Lapar dan Craving

Salah satu tantangan dalam mindful eating adalah membedakan antara lapar fisik dan keinginan makan (craving).

Menurut Juwalita, lapar yang nyata biasanya disertai tanda fisik seperti pusing atau perut berbunyi, dan seseorang cenderung menerima makanan apa pun yang tersedia.

Sebaliknya, craving membuat seseorang lebih selektif terhadap makanan, bahkan cenderung menunda makan jika tidak sesuai dengan keinginannya.

Dengan memahami sinyal tubuh ini, pola makan menjadi lebih terkontrol sehingga membantu menjaga berat badan tetap stabil secara berkelanjutan tanpa tekanan diet ekstrem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus Bupati Bekasi, Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Digeledah

Kasus Bupati Bekasi, Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Digeledah

News
| Kamis, 02 April 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement