Advertisement
Orang Tua Diminta Jaga Emosi Saat Anak Hadapi Ujian
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar / Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pendampingan orang tua saat anak menghadapi ujian sekolah dinilai krusial, namun harus dilakukan dengan kondisi emosi yang stabil agar tidak berubah menjadi tekanan bagi anak. Psikolog klinis anak dan remaja lulusan Universitas Padjajaran, Michelle Brigitta Shanny M.Psi., Psikolog, menekankan pentingnya sikap tenang selama proses belajar berlangsung.
Menurut Michelle, suasana belajar yang penuh tekanan justru membuat efektivitas belajar menurun. Orang tua diharapkan mampu menjaga ketenangan agar anak tetap nyaman menjalani proses ujian tanpa beban berlebih.
Advertisement
Ia menjelaskan, ujian sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar mengejar nilai. Fokus yang terlalu besar pada hasil justru dapat mengganggu perkembangan mental anak.
Orang tua dapat membantu dengan menyusun waktu belajar yang lebih terstruktur namun tetap santai. Sesi belajar yang dibagi dalam durasi pendek dan diselingi jeda dinilai lebih efektif untuk menjaga konsentrasi sekaligus menghindari kejenuhan.
BACA JUGA
Selain itu, anak tetap perlu diberi ruang untuk bermain agar keseimbangan aktivitasnya terjaga. Pendekatan ini dinilai mampu membuat proses belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan.
“Fokusnya balik lagi ke proses dan usaha anak, hindari orang tua bilang ke anak harus dapat nilai bagus, kencengin usahanya yang penting sudah usaha dan jangan lupa apresiasi ketika dia sudah usaha untuk belajar,” kata Michelle, Selasa (31/3/2026).
Saat anak menghadapi kesulitan dan mulai bercerita, orang tua juga diminta tidak langsung bereaksi berlebihan. Nada bicara dan ekspresi perlu dijaga agar anak tidak merasa tertekan atau sendirian.
Michelle menyarankan orang tua untuk memvalidasi perasaan anak tanpa terburu-buru memberi solusi. Dengan cara ini, anak akan merasa didengar dan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan.
Ia menambahkan, penting bagi anak untuk memahami bahwa kesulitan bukan berarti kegagalan, melainkan bagian dari proses belajar. Pendampingan yang tepat akan membantu anak membangun kepercayaan diri sekaligus kemampuan mengevaluasi diri secara sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
Advertisement
Advertisement






