Advertisement
Campur Buah dan Susu Ternyata Punya Efek Tak Terduga
Foto ilustrasi buah campur susu. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kombinasi buah dan susu atau olahannya kini mulai dilirik sebagai pilihan camilan sehat yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga berdampak pada kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa perpaduan keduanya dapat meningkatkan penyerapan nutrisi penting di dalam tubuh, bahkan berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis jika dikonsumsi secara rutin sebagai pengganti camilan tinggi gula.
Advertisement
Ahli hepatologi Dr Cyriac Abby Philips, seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (30/3/2026) menjelaskan bahwa mencampur buah dengan susu menghasilkan efek sinergis yang menguntungkan bagi tubuh, terutama pada sistem pencernaan.
Efek Sinbiotik dari Buah dan Susu
BACA JUGA
Menurut Philips, kombinasi ini menciptakan efek “sinbiotik”, yakni kerja sama antara serat dari buah dan bakteri baik dari yoghurt.
Serat buah berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus, sementara protein dan lemak dari susu membantu mempertahankan vitamin serta polifenol dari buah agar lebih mudah diserap tubuh.
Penelitian di Kanada juga menunjukkan bahwa lemak dalam produk susu seperti yoghurt dapat meningkatkan penyerapan karotenoid, sementara protein susu melindungi senyawa aktif buah agar tidak cepat rusak.
Dampak pada Risiko Penyakit
Manfaat kombinasi ini tidak hanya terbatas pada pencernaan, tetapi juga berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Dalam studi terhadap 44 orang dewasa dengan sindrom metabolik, konsumsi dua smoothie berbahan blueberry, susu skim, dan yoghurt selama enam minggu menunjukkan peningkatan fungsi pembuluh darah.
Kemampuan arteri untuk melebar meningkat sekitar 4 persen pada kelompok yang mengonsumsi campuran tersebut, sementara kelompok plasebo justru mengalami penurunan.
Kondisi ini menunjukkan fungsi endotel yang lebih baik, yang berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang.
Selain itu, Philips menyebut kombinasi ini juga berpotensi membantu mengurangi kenaikan berat badan, serta menekan risiko diabetes jika digunakan sebagai pengganti camilan manis.
Cara Konsumsi yang Dianjurkan
Agar manfaatnya optimal, Philips menyarankan penggunaan produk susu fermentasi tanpa pemanis seperti yoghurt Yunani, kefir, atau lassi.
Buah berwarna seperti mangga, pepaya, dan beri menjadi pilihan yang baik karena kaya mikronutrien dan antioksidan.
Perbandingan idealnya adalah jumlah yang seimbang, misalnya 150 gram susu dan 150 gram buah dalam satu sajian.
Bagi yang sensitif terhadap laktosa, alternatif seperti yoghurt berbahan kedelai atau kelapa tetap bisa digunakan dengan tetap memadukan buah di dalamnya.
Kombinasi sederhana ini menunjukkan bahwa pilihan camilan harian dapat memberikan dampak lebih besar bagi kesehatan jika disusun dengan tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







