Advertisement
Tips Mudik Penderita GERD Agar Asam Lambung Tetap Stabil
Ilustrasi sakit maag, sakit perut, gangguan pencernaan. - Shutterstock
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Perjalanan mudik jarak jauh dapat menjadi tantangan bagi penderita GERD. Karena itu, persiapan khusus diperlukan agar asam lambung tetap stabil dan perjalanan menuju kampung halaman berlangsung aman serta nyaman.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FK UI RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.P.D.-K.G.E.H., membagikan sejumlah tips mudik penderita GERD supaya kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan.
Advertisement
Ia menyarankan pemudik dengan riwayat GERD memilih waktu keberangkatan pada malam hari atau saat tidak sedang berpuasa. Strategi ini bertujuan menjaga kecukupan energi sekaligus mencegah lambung kosong terlalu lama yang dapat memicu peningkatan asam lambung ketika perjalanan masih berlangsung.
Selain mengatur waktu perjalanan, pemudik juga dianjurkan membawa bekal makanan dari rumah agar kualitas dan kebersihannya lebih terjamin. Menurut Ari, penderita GERD sebaiknya tidak jajan sembarangan di rest area atau di pinggir jalan karena standar higienitasnya belum tentu terjaga dengan baik.
BACA JUGA
Ia menjelaskan bahwa pada masa Lebaran, sejumlah rumah sakit di daerah kerap menerima pasien dengan keluhan lambung akibat konsumsi makanan yang kurang higienis selama perjalanan mudik. Oleh karena itu, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi bahkan dihindari, seperti gorengan, cokelat, serta keju yang berpotensi memicu kambuhnya gejala GERD.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan stres selama perjalanan. Kondisi kemacetan panjang saat arus mudik kerap menimbulkan tekanan mental yang pada akhirnya berdampak pada kondisi fisik, termasuk memicu gangguan pencernaan.
Untuk mengatasinya, pemudik disarankan membawa gawai beserta perangkat pendukung seperti pengisi daya portabel atau powerbank. Kehadiran hiburan sederhana dari gawai dapat membantu mengalihkan rasa jenuh dan mengurangi stres saat perjalanan tersendat di jalan.
Persiapan perjalanan bagi penderita GERD juga perlu dilengkapi dengan obat-obatan pribadi, terutama obat penetral asam lambung, sebagai langkah antisipasi jika gejala muncul di tengah perjalanan. Hal ini penting karena akses menuju apotek atau fasilitas kesehatan tidak selalu mudah dijangkau ketika arus kendaraan sedang padat di jalur mudik.
Kewaspadaan tersebut semakin penting bagi pemudik yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti berusia di atas 40 tahun, perokok aktif, maupun mereka yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30. Gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar pada dada (heartburn), hingga rasa pahit di mulut perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu perjalanan maupun momen silaturahmi bersama keluarga di kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- JK Nilai Mediasi Indonesia dalam Konflik Iran Tak Mudah
- Ramcek di Terminal Semin, Dua Bus AKAP Kedapatan Tak Punya Izin Trayek
- SIM Keliling DIY Hari Ini 6 Maret 2026: Cek Lokasi dan Syaratnya
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 6 Maret 2026, Cek Jamnya
- Pemeliharaan Jaringan PLN di Sleman, Listrik Padam 13.00-16.00 WIB
Advertisement
Advertisement








