Advertisement
Kaki Bengkak dan Mati Rasa Bisa Jadi Tanda Gangguan Sirkulasi
Ilustrasi kram otot kaki. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keluhan kaki bengkak, nyeri, atau mati rasa kerap dianggap sepele karena sering dikaitkan dengan kelelahan berjalan atau penggunaan sepatu yang tidak nyaman. Padahal, gejala tersebut dapat menjadi tanda gangguan sirkulasi darah yang perlu mendapat perhatian medis.
Menurut ahli bedah vaskular, berbagai keluhan pada kaki, mulai dari nyeri hingga pembengkakan, dapat berkaitan dengan masalah aliran darah. Kondisi ini perlu diwaspadai karena sirkulasi darah yang tidak optimal dapat memengaruhi kesehatan jaringan tubuh secara keseluruhan.
Advertisement
Hal tersebut disampaikan Prof. (Dr.) Digvijay Sharma, Associate Director Bedah Vaskular dan Intervensi di Rumah Sakit CK Birla, Delhi. Ia menjelaskan bahwa keluhan pada kaki sering kali menjadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem peredaran darah di bagian bawah tubuh.
“Tanda-tanda yang berulang seperti nyeri kaki yang menetap, mati rasa, dan pembengkakan mungkin merupakan manifestasi dari masalah yang terkait dengan aliran darah di kaki,” ujarnya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Kamis (5/3/3036).
BACA JUGA
Sirkulasi darah memiliki peran penting dalam mengantarkan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Ketika aliran darah terganggu, pasokan tersebut tidak dapat mencapai otot dan jaringan secara optimal sehingga memicu berbagai keluhan kesehatan.
Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala tersebut karena rasa tidak nyaman biasanya hanya berlangsung sementara. Padahal, mati rasa atau nyeri yang datang berulang bisa menjadi indikasi adanya gangguan sirkulasi darah yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis.
Penyebab Kaki Bengkak yang Perlu Diwaspadai
Prof. Sharma menjelaskan bahwa pembengkakan pada kaki sering berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah vena. Vena memiliki fungsi utama membawa darah kembali menuju jantung, proses yang terjadi melawan gaya gravitasi.
“Fungsi utama vena adalah memastikan darah kembali ke jantung. Hal ini dilakukan melawan gravitasi. Ketika vena gagal menjalankan fungsinya, darah tertahan di anggota gerak bawah,” jelasnya.
Ketika darah tidak dapat mengalir dengan baik, cairan dapat menumpuk di jaringan kaki sehingga menyebabkan pembengkakan. Dalam beberapa kasus, pembengkakan mungkin berkurang setelah beristirahat, tetapi kondisi yang berlangsung lama bisa menandakan gangguan aliran vena.
Risiko Jika Gangguan Sirkulasi Tidak Ditangani
Gangguan sirkulasi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan komplikasi serius. Kurangnya aliran darah menyebabkan jaringan tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.
Akibatnya, luka pada kaki dapat menjadi sulit sembuh dan meningkatkan risiko infeksi berulang. Dalam kondisi tertentu, kesehatan jaringan juga dapat menurun secara bertahap sehingga memperburuk kondisi anggota tubuh yang terdampak.
“Ini meningkatkan kemungkinan luka yang sulit sembuh, infeksi berulang, dan penurunan kesehatan secara keseluruhan. Akhirnya, pada tahap lanjut, masalah ini bisa menjadi sangat mengancam jika sudah memengaruhi anggota tubuh,” kata Sharma.
Ancaman Deep Vein Thrombosis
Selain masalah penyembuhan luka, gangguan sirkulasi juga dapat memicu kondisi serius seperti Deep Vein Thrombosis (DVT). Penyakit ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk pada pembuluh darah dalam di kaki.
DVT biasanya ditandai dengan pembengkakan yang menetap serta perubahan pada kulit di area kaki. Dalam kondisi tertentu, gumpalan darah tersebut dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru yang berpotensi mengancam jiwa.
Tanda Awal yang Tidak Boleh Diabaikan
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal gangguan sirkulasi. Nyeri kaki, mati rasa, dan pembengkakan merupakan tanda peringatan yang perlu diperhatikan sejak dini.
Selain itu, perubahan warna kulit serta luka yang tidak kunjung sembuh juga dapat menjadi indikasi adanya masalah pada aliran darah di kaki. Memperhatikan gejala-gejala tersebut sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius pada kesehatan pembuluh darah dan sistem kardiovaskular.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Hindustan Times
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Efisiensi Rapat, Anggaran Jalan Kulonprogo 2026 Naik Drastis
- Tiga SD di Gunungkidul Absen TKA, Ternyata Belum Miliki Siswa Kelas 6
- Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
- Jalur Clongop Gunungkidul Longsor, Alat Berat Pemda DIY Diterjunkan
- Bupati Abdul Halim Muslih Serahkan Paket Bantuan Sosial PPBMP
Advertisement
Advertisement





