Advertisement

Gejala Hipertensi Bisa Muncul Diam-Diam, Kenali Sejak Dini

Maya Herawati
Selasa, 24 Februari 2026 - 16:07 WIB
Maya Herawati
Gejala Hipertensi Bisa Muncul Diam-Diam, Kenali Sejak Dini Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Gejala tekanan darah tinggi sering muncul secara halus sehingga banyak orang tidak menyadarinya hingga terjadi komplikasi serius. Dokter kardiologi mengingatkan beberapa tanda awal hipertensi yang tidak boleh diabaikan karena berkaitan dengan risiko jantung dan stroke.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap disebut sebagai pembunuh senyap karena dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas. Kondisi ini membuat banyak penderita merasa sehat meskipun tekanan darah berada pada tingkat berbahaya yang berisiko merusak organ vital.

Advertisement

Para ahli kardiologi menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya sering mengirimkan sinyal kecil sebelum komplikasi terjadi. Gejala seperti sakit kepala saat bangun tidur, kelelahan tanpa sebab, hingga penglihatan kabur dapat menjadi indikator tekanan darah yang tidak terkontrol.

Dokter spesialis dari berbagai rumah sakit menekankan pentingnya mengenali tanda awal tersebut. Dr. Sanjeev Chaudhary dari Marengo Asia Hospital menjelaskan bahwa sebagian besar penderita hipertensi memang tidak merasakan gejala, tetapi beberapa tanda senyap dapat muncul.

"Kebanyakan individu dengan tekanan darah tinggi tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, tanda-tanda senyap tertentu terkadang muncul. Sakit kepala pagi hari, terutama di bagian belakang kepala, sering dikaitkan dengan tekanan darah yang tidak terkendali. Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, sesak napas ringan saat beraktivitas, atau rasa berat di dada tidak boleh diabaikan. Episode pusing, penglihatan kabur, atau melihat kilatan cahaya dapat mengindikasikan bahwa pembuluh darah sedang tertekan," jelasnya, seperti dikutip dari The Times of India, Selasa (23/2/2026).

Dr. Surendra Nath Khanna dari Artemis Hospitals menambahkan bahwa hipertensi dapat merusak organ penting tanpa disadari.

"Hipertensi melukai jantung, otak, dan ginjal Anda tanpa Anda sadari. Masalah mungkin sudah serius saat gejala muncul. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan gagal jantung seiring waktu. Pemeriksaan rutin adalah cara terbaik untuk mendeteksinya," ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ashish Kumar dari Amrita Hospital menegaskan bahwa perubahan akibat hipertensi berlangsung perlahan sehingga sering tidak disadari pasien.

"Tekanan darah tinggi bekerja secara perlahan mengubah tubuh Anda saat Anda menjalani rutinitas harian. Sebelum terjadi serangan jantung atau gagal ginjal, tubuh hampir selalu mengirimkan sinyal-sinyal kecil," katanya.

Gejala Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tanda yang sering muncul adalah sakit kepala dengan sensasi tekanan saat bangun tidur, terutama di bagian belakang kepala. Kondisi ini berkaitan dengan lonjakan hormon pagi hari yang secara alami meningkatkan tekanan darah, tetapi pada penderita hipertensi lonjakan tersebut menjadi lebih kuat.

Kelelahan yang tidak sebanding dengan aktivitas juga dapat terjadi karena jantung harus bekerja lebih keras memompa darah. Kondisi ini menyebabkan penebalan dinding jantung atau hipertrofi ventrikel kiri sehingga tubuh menghabiskan energi lebih banyak untuk mempertahankan sirkulasi.

Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan pendek, naik tangga, atau berbicara sambil berjalan juga perlu diperhatikan. Hipertensi jangka panjang dapat membuat otot jantung menjadi kaku sehingga kemampuan memompa darah berkurang.

Gangguan penglihatan seperti mata terasa lelah, sulit fokus di malam hari, atau penglihatan kabur sementara juga dapat menjadi tanda karena tekanan darah memengaruhi pembuluh darah retina. Retina merupakan satu-satunya bagian tubuh yang memungkinkan dokter melihat pembuluh darah secara langsung tanpa tindakan operasi.

 

Palpitasi atau sensasi denyut jantung yang terasa kuat saat berbaring juga bisa terjadi. Kondisi ini muncul karena jantung harus memompa lebih kuat untuk mengatasi hambatan pada pembuluh darah yang kaku.

Mimisan spontan atau wajah memerah yang sering terjadi juga tidak boleh diabaikan, meskipun kasusnya tidak terlalu umum. Gejala tersebut dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil karena tekanan yang tinggi.

Penurunan kemampuan olahraga secara bertahap selama beberapa bulan juga dapat menjadi indikator kekakuan pembuluh darah akibat hipertensi. Arteri yang kurang elastis membuat otot tidak mendapatkan suplai darah optimal saat beraktivitas.

Pentingnya Deteksi Dini Hipertensi

Para pakar kardiologi menekankan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin, terutama setelah usia 30 tahun atau bagi individu dengan faktor risiko seperti diabetes, obesitas, dan riwayat keluarga hipertensi.

Deteksi dini melalui pemantauan tekanan darah, pola makan sehat dengan pembatasan garam, olahraga teratur, serta manajemen stres menjadi langkah utama menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi serius akibat tekanan darah tinggi.

Informasi mengenai gejala tekanan darah tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini guna menjaga kualitas hidup jangka panjang.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : The Times of India

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Skandal Epstein: Eks Dubes Inggris Peter Mandelson Ditangkap

Skandal Epstein: Eks Dubes Inggris Peter Mandelson Ditangkap

News
| Selasa, 24 Februari 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement