Advertisement

Film Baru Edwin, Monster Pabrik Rambut Tayang di Berlinale

Newswire
Minggu, 18 Januari 2026 - 04:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Film Baru Edwin, Monster Pabrik Rambut Tayang di Berlinale Cuplikan perdana (trailer) film "Monster Pabrik Rambut" ("Sleep No More") dirilis di YouTube Palari Films pada Jumat (16/1/2026). ANTARA - HO/Palari Films

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Sutradara Indonesia Edwin siap mempersembahkan karya terbarunya Monster Pabrik Rambut dalam penayangan perdana dunia (world premiere) di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026. Film ini masuk dalam program Special Midnight pada Berlinale ke-76 yang digelar Februari mendatang.

Pengumuman partisipasi tersebut disampaikan tidak lama setelah rumah produksi Palari Films merilis cuplikan perdana (trailer) internasional di YouTube pada Jumat (16/1). “Bersyukur bisa menampilkan karya terbaru saya di Berlinale, dan kembali untuk ketiga kalinya film panjang saya ditayangkan di Berlinale,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Advertisement

Ini bukan pertama kalinya karya Edwin hadir di Berlin. Film keduanya, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo, 2012), pernah berkompetisi di program utama Berlinale ke-62. Sementara Aruna & Lidahnya (2018) ditayangkan dalam program Culinary Cinema, dan film pendeknya Trip to the Wound (2008) juga pernah diputar pada Berlinale 2009.

Program Berlinale Special Midnight dikenal sebagai ruang kuratorial yang menampilkan beragam genre mulai dari horor, thriller, fiksi ilmiah, hingga film-film berstatus kultus. Program ini dikurasi untuk penayangan larut malam dengan sajian sinema yang mendebarkan dan unik.

Cuplikan Monster Pabrik Rambut—yang menggunakan judul internasional Sleep No More—menampilkan suasana muram di pabrik PT Raga Abadi, tempat para pekerja menghadapi kelelahan fisik ekstrem. Dalam trailer, tersirat tragedi yang menimpa ibu dari karakter Putri (Rachel Amanda), yang diduga bukan insiden pertama. Penjelasan pihak pabrik selalu mengarah pada bunuh diri atau kecelakaan kerja.

Putri kemudian bekerja di pabrik tersebut, ditemani Ida (Lutesha) yang meyakini adanya kekuatan supranatural di balik serangkaian kejadian aneh. Ketika manajemen mengumumkan tambahan upah lembur 20 persen, semakin banyak pekerja mengaku tubuh mereka seolah digerakkan kekuatan misterius. Namun pihak pabrik menegaskan gejala itu sekadar dampak dari kurang tidur.

Produser Meiske Taurisia menjelaskan partisipasi di Berlinale menjadi langkah awal memperkenalkan film tersebut di kancah internasional. Produksi film ini melibatkan kolaborasi Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, dengan dukungan antara lain dari Singapore Film Commission, Berlinale World Cinema Fund, Visions Sud Est, Aide aux cinémas du monde, Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI, hingga LPDP Kementerian Keuangan RI.

Skenario film fantasi ini ditulis Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Distribusi internasionalnya ditangani Showbox dari Korea Selatan. Selain Rachel Amanda dan Lutesha, film yang dijadwalkan tayang di Indonesia pada 2026 itu juga melibatkan Iqbaal Ramadhan, Sal Priadi, penari Didik Nini Thowok, serta kreator konten Luqman Hakim (Kev).

Edwin sendiri memiliki rekam jejak kuat di kancah festival internasional. Ia meraih Golden Leopard di Festival Film Locarno 2021 lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Debut panjangnya Babi Buta yang Ingin Terbang juga pernah meraih FIPRESCI Award di Festival Film Internasional Rotterdam, serta mengantarkannya menjadi Sutradara Terbaik FFI 2017 lewat film Posesif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

TNI AU Kerahkan H225M Cari Pesawat ATR IAT Hilang Kontak

TNI AU Kerahkan H225M Cari Pesawat ATR IAT Hilang Kontak

News
| Minggu, 18 Januari 2026, 05:07 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement