Advertisement
6 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Tingkatkan Kesehatan Otak
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Mengadopsi kebiasaan sehat menjadi langkah penting dalam pengembangan diri, terutama bagi kesehatan mental dan fungsi otak. Ahli neurologi membagikan sejumlah rekomendasi kebiasaan harian yang dapat membantu mendukung kesehatan otak dan kestabilan emosi.
Dilansir dari Hindustan Times, Jumat (16/1/2026) waktu setempat, Ketua dan Direktur Grup Neurologi di Rumah Sakit Yatharth, Dr. Kunal Bahrani, menjelaskan bahwa berbagai keluhan sehari-hari seperti sulit konsentrasi, mudah lupa, emosi tidak stabil, hingga kelelahan mental sangat terkait dengan bagaimana seseorang mendukung fungsi otaknya.
Advertisement
“Namun, kesehatan otak dapat dibentuk oleh kebiasaan yang konsisten dan didorong oleh gaya hidup yang memengaruhi kognisi, suasana hati, dan ketahanan dari waktu ke waktu,” kata Bahrani.
1. Paparan Cahaya Alami di Pagi Hari
BACA JUGA
Menurut Bahrani, paparan cahaya alami merupakan salah satu cara paling sederhana sekaligus efektif untuk mendukung kesehatan otak. Cahaya pagi membantu menyelaraskan siklus tidur-bangun, meningkatkan kewaspadaan di siang hari, serta memperbaiki kualitas tidur di malam hari.
Ia menegaskan bahwa momen singkat seperti duduk dekat jendela atau berjalan pagi dapat memberi efek besar.
2. Hindari Multitasking, Fokus pada Satu Tugas
Bahrani menyarankan berhenti melakukan multitasking karena aktivitas itu memberi beban kognitif yang berat, menurunkan efisiensi, dan melemahkan rentang perhatian.
“Berfokus pada satu tugas dalam satu waktu memungkinkan jaringan saraf yang terkait dengan konsentrasi dan memori berfungsi lebih efektif,” jelasnya.
Untuk melatih fokus, ia menyarankan pengaturan blok kerja terstruktur, jeda singkat sebelum memulai tugas, dan meminimalkan gangguan.
3. Biasakan Menulis untuk Kelola Emosi dan Informasi
Kebiasaan menulis dinilai membantu otak mengatur informasi dan merespons emosi dengan lebih sehat. Menulis juga terbukti menurunkan stres dan meningkatkan keteraturan emosi.
4. Lakukan Aktivitas Fisik Teratur
Gerakan fisik seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan mendukung kesehatan otak dengan meningkatkan aliran darah serta memicu pelepasan neurokimia yang berperan dalam pembelajaran dan memori. Aktivitas fisik juga berdampak pada kestabilan emosi.
5. Tidur Cukup dan Teratur
Waktu tidur memainkan peran besar dalam konsolidasi memori, pemrosesan emosi, dan pemulihan neurologis. Pola tidur tidak teratur dapat memicu penurunan konsentrasi, motivasi rendah, hingga peningkatan sensitivitas emosional.
6. Batasi Paparan Digital Sebelum Tidur
Bahrani merekomendasikan pembatasan penggunaan gawai sebelum tidur agar otak dapat memulihkan rentang perhatian serta menjaga keseimbangan kognitif.
“Praktik sederhana seperti pernapasan lambat, jeda penuh kesadaran sebelum bereaksi, atau menghabiskan waktu di lingkungan sosial yang mendukung dapat menggeser sistem saraf ke keadaan lebih tenang, meningkatkan stabilitas emosional dan pengambilan keputusan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
InJourney Bantu Bangkitkan Ekonomi Warga Pascabencana di Sumatera
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




