Advertisement

Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Merusak Enamel Gigi

Maya Herawati
Rabu, 14 Januari 2026 - 11:47 WIB
Maya Herawati
Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Merusak Enamel Gigi Foto ilustrasi pemakaian benang gigi. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gaya hidup modern yang tampak sehat justru menyimpan risiko tersembunyi bagi kesehatan gigi, karena sejumlah kebiasaan harian yang dianggap benar perlahan mengikis enamel tanpa disadari, sebagaimana diungkap para dokter gigi.

Temuan terbaru menunjukkan hampir 27 persen pasien dokter gigi di India telah memperlihatkan tanda erosi enamel, dan angkanya terus meningkat.

Advertisement

Fakta yang mengejutkan, sebagian besar kerusakan tersebut justru berasal dari kebiasaan diri sendiri, bukan karena kurang merawat gigi, melainkan akibat rutinitas harian yang tampak sepele, bahkan sering dianggap sebagai tindakan yang benar. Berikut ini tips untuk gigi dan gusi lebih sehat seperti dikutip dari The Times of India.

Tips Utama untuk Gigi dan Gusi Lebih Sehat

Kebiasaan kecil yang berulang setiap hari ternyata dapat melemahkan lapisan pelindung enamel secara perlahan. Dari cara menyikat gigi hingga pola makan, tindakan sederhana ini menyimpan dampak jangka panjang. Berikut faktor-faktor yang perlu diwaspadai.

  1. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Banyak orang memulai hari dengan menyikat gigi secara cepat dan kuat, menganggapnya sebagai bentuk ketelitian. Padahal, anggapan bahwa menyikat lebih keras membuat gigi lebih bersih adalah keliru. Menyikat gigi berlebihan, terutama dengan sikat berbulu keras, justru mengikis enamel—lapisan tipis pelindung gigi dari pembusukan dan sensitivitas.

Apa yang tampak sebagai semangat menjaga kebersihan sering berakhir pada keausan yang tak dapat diperbaiki. Enamel menipis secara diam-diam jauh sebelum kerusakan terlihat.

  1. Asam, Gula, dan Pola Makan Modern

Minuman bersoda, minuman energi, jus jeruk, teh, kopi, hingga manisan memaparkan gigi pada asam yang perlahan menggerus enamel. Bahkan mereka yang rajin menyikat gigi pun tak sepenuhnya mampu menetralkan efek paparan berulang ini.

Kebiasaan sederhana seperti berkumur dengan air putih setelah minum asam atau menggunakan sedotan dapat membantu membatasi kontak langsung dengan gigi.

  1. Hidrasi yang Kerap Diabaikan

Air liur merupakan sistem pertahanan alami mulut yang menetralkan asam dan mengisi ulang mineral enamel. Dehidrasi—yang umum terjadi dalam gaya hidup cepat dan tinggi kafein—mengurangi aliran saliva dan membiarkan enamel terpapar. Tetap terhidrasi sepanjang hari adalah cara sederhana namun efektif melindungi gigi.

  1. Risiko Pemutihan Gigi Mandiri (DIY)

Tren media sosial mempopulerkan metode rumahan seperti lemon, soda kue, atau arang aktif. Meski memberi efek cerah sementara, sifat asam dan abrasif bahan tersebut mempercepat erosi enamel. Ironisnya, upaya mempercantik gigi justru membuatnya lebih kuning dan sensitif. Pilihan aman adalah perawatan profesional atau pasta gigi berfluorida ringan.

  1. Saat Pasta Gigi Biasa Tidak Cukup

Banyak orang mengira semua pasta gigi sama efektifnya. Padahal, sebagian besar lebih fokus pada kesegaran atau pemutihan, bukan perlindungan enamel. Paparan asam harian melunakkan enamel, membuat gigi rentan sensitif dan aus. Pasta gigi khusus pelindung enamel dirancang untuk memperkuat dan meremineralisasi lapisan ini, mengembalikan ketahanan alaminya.

Para ahli menekankan, melindungi enamel sejak dini berarti menjaga kesehatan gigi jangka panjang. Perubahan kecil dalam kebiasaan harian dapat menjadi investasi besar bagi senyum di masa depan.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : The Times of India

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera

KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera

News
| Rabu, 14 Januari 2026, 14:27 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement