Advertisement
Child Grooming: Modus Terselubung Mengancam Anak dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Child grooming kerap dilakukan secara halus melalui perhatian dan kedekatan emosional. Kasus yang diungkap artis Aurelie Moeremans menjadi pengingat pentingnya peran orang tua dalam deteksi dini.
Melalui buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie Moeremans mengungkap kisahnya sebagai korban. Isu ini sering kali terselubung karena pelaku menggunakan manipulasi emosional yang sangat halus.
Advertisement
Lantas, apa sebenarnya child grooming, bagaimana tahapan modusnya, dan apa saja tanda-tanda yang harus diwaspadai orang tua? Berikut adalah panduan mendalam berdasarkan data dari Siloam Hospitals dan BCP Council UK, Senin (12/1/2026).
Pengertian Child Grooming
Child grooming adalah tindakan sengaja di mana seorang dewasa membangun hubungan emosional, kepercayaan, dan kendali atas seorang anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi. Eksploitasi ini bisa berupa pelecehan seksual, fisik, hingga radikalisasi atau perdagangan manusia.
BACA JUGA
Modus dan Tahapan Grooming
Pelaku grooming tidak selalu orang asing; mereka bisa saja anggota keluarga, mentor, atau sosok berwibawa. Umumnya, pelaku melewati tahapan berikut:
- Membangun Kedekatan: Memberikan perhatian berlebih, hadiah, atau menjadi tempat curhat.
- Isolasi: Pelan-pelan menjauhkan korban dari pengaruh keluarga dan teman sebaya.
- Menciptakan Ketergantungan: Membuat korban merasa hanya pelaku yang memahami mereka.
- Eksploitasi: Menggunakan ancaman atau manipulasi agar korban menuruti keinginan pelaku.
Tanda-Tanda Anak Menjadi Korban
Mendeteksi grooming sangat menantang karena pelaku sering kali terlihat "sangat baik" di mata keluarga. Namun, waspadai perubahan perilaku berikut pada anak:
- Sikap Tertutup: Menjadi pendiam atau menarik diri secara tiba-tiba.
- Hubungan Tak Wajar: Memiliki ikatan yang sangat dekat dengan orang yang usianya jauh lebih tua.
- Perubahan Digital: Menghabiskan waktu berlebihan dengan gawai dan tampak rahasia.
- Gangguan Emosional: Mengalami kecemasan, depresi, atau penurunan prestasi akademik.
- Barang Misterius: Memiliki uang atau barang yang tidak diketahui asal-usulnya.
Dampak Jangka Panjang bagi Penyintas
Seperti yang digambarkan dalam buku Aurelie, luka batin akibat grooming bisa bertahan seumur hidup. Dampaknya meliputi:
- Trauma mendalam dan PTSD.
- Kesulitan membangun kepercayaan dalam hubungan di masa depan.
- Pikiran untuk menyakiti diri sendiri hingga depresi berat.
Langkah Proteksi: Apa yang Harus Dilakukan?
Orang tua adalah benteng utama dalam mencegah eksploitasi ini. Langkah yang dapat diambil antara lain:
- Jalin Komunikasi Terbuka: Pastikan anak merasa nyaman bercerita tentang apa pun tanpa takut dihakimi.
- Edukasi Seksualitas sejak Dini: Ajarkan anak tentang batasan tubuh dan sentuhan yang tidak pantas.
- Pantau Aktivitas Digital: Ketahui dengan siapa anak berinteraksi di dunia maya.
- Cari Bantuan Profesional: Jika menemukan kejanggalan, segera konsultasikan dengan psikolog atau laporkan ke pihak berwajib.
Memahami child grooming adalah langkah pertama untuk memutus rantai pelecehan yang sering kali bersembunyi di balik topeng perhatian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Suap Pajak Rp4 Miliar, KPK Sisir Kantor Pusat Ditjen Pajak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PAD Perikanan Rp314 Juta, TPI Baron Jadi Penyumbang Terbesar
- Abrasi hingga Lahan Jadi Alasan Kampung Nelayan di Kulonprogo Ditolak
- Jejak Diduga Macan Gegerkan Semanu, Muncul 2 Kali dalam 10 Hari
- Titik Terang Relokasi SDN Nglarang, Bangunan Baru Segera Dibangun
- Jembatan Sentolo-Nanggulan Ambles, Pemkab Bangun Jembatan Darurat
Advertisement
Advertisement




