Advertisement

Pergulatan Sartika di Film Pangku Sentuh Banyak Penonton

Newswire
Sabtu, 29 November 2025 - 11:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Pergulatan Sartika di Film Pangku Sentuh Banyak Penonton Potongan adegan film "Pangku". Instagram - @filmpangku

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebahagiaan kerap datang dalam bentuk paling sederhana. Begitu pula yang dialami Sartika (Claresta Taufan Kusumarina), perempuan muda yang tengah hamil tua dan memilih meninggalkan kampung demi secercah harapan. Berbekal pakaian seadanya dan kandungan berusia delapan bulan, ia terdampar di sebuah gang remang-remang di tepi Pantura, Indramayu.

Perjalanan Sartika tak sampai 40 kilometer sebelum sopir truk yang ia tumpangi memaksanya turun. Dari situlah ia menapaki gang menuju sosok Maya (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua). Di rumah sederhana itu, Maya dan Jaya membantu menjaga “api kecil” harapan Sartika, sembari menanti kelahiran bayinya.

Advertisement

Harapan itu akhirnya menjelma menjadi Bayu (Shakeel Fauzi). Pertemuan Sartika dengan Hadi (Fedi Nuril) pun turut menambah bara semangat, meski ujung perjalanannya tak selalu mulus. Alih-alih kebahagiaan besar, yang tersisa hanya tiga ekor ikan di atas nampan, surat nikah yang tak jelas arahnya, dan gerobak mi ayam yang belum selesai dirakit.

Dalam keseharian yang berat, kepingan kebahagiaan Sartika datang dan pergi secepat aktivitas “kopi pangku”, istilah dari sebuah transaksi singkat di warung remang-remang, yang sekaligus menjadi judul film “Pangku”. Meski singkat, tiap momen kecil itu tetap nyata dan menjadi pijakan pergumulan hidup yang harus ia jalani.

Seperti kutipan terkenal dari Sutan Sjahrir—yang diyakini mengambil esensi musikal Wallenstein Lager karya Friedrich von Stiller—“Hidup yang tidak dipertaruhkan tak akan pernah dimenangkan.” Dan Sartika telah mempertaruhkan segalanya, dibantu Maya, Jaya, serta Bayu, untuk menjaga api harapan itu tetap menyala.

Film Pangku yang diiringi tembang “Ibu” milik Iwan Fals sejak awal hingga akhir, menjadi perayaan pergumulan perempuan: pergumulan untuk hidup, untuk bertahan, dan merayakan kepingan-kepingan kebahagiaan yang didapat di tengah keterbatasan.

Debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang, yang menulis naskah bersama pengarang Felix K. Nesi, terbilang berhasil. Selama 100 menit, keduanya menampilkan kemenangan-kemenangan kecil yang lahir dari perjuangan perempuan: kelahiran yang selamat, lauk ikan pemberian seseorang, akta kelahiran yang dinanti, hingga gerobak mi ayam sebagai simbol harapan baru.

Reza menyebut Pangku sebagai cara bertahan hidup—tentang yang memangku, yang dipangku, dan mereka yang menyediakan ruang untuk saling menopang. Kisah Sartika baginya merupakan cermin untuk mengapresiasi pergumulan hidup, sekecil apa pun itu.

“Bukan sekadar cita-cita besar. Sukses itu bukan hanya ketika punya ABCD. Ketika seseorang bisa bertahan hidup, itu juga layak diapresiasi. Itu pencapaian,” ujar Reza, dikutip dari Antara.

Di layar festival, Pangku sukses mendulang delapan penghargaan: empat dari Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dan empat Piala Citra FFI 2025, hanya dua pekan setelah rilis di bioskop nasional.

Meski berlatar 1998 hingga awal 2000-an, kisah Pangku masih relevan dengan kondisi hari ini. Aktivitas “kopi pangku” masih ditemui di beberapa daerah, sementara pergumulan bertahan hidup tetap menjadi kenyataan banyak perempuan.

Reza juga memilih lagu “Rayuan Perempuan Gila” milik Nadin Amizah sebagai bagian dari musik latar karena mengingatkannya pada ibunya yang ia sebut “cukup gila untuk menjadi perempuan hebat.” Namun, barangkali satu lagu Nadin lainnya, “Semua Aku Dirayakan,” terasa cocok menggambarkan pergumulan Sartika demi Bayu—sebagaimana Reza yang kerap mengenang perjuangan ibunya.

Pada akhirnya, Pangku adalah surat cinta untuk perempuan, untuk ibu, dan untuk seluruh pergumulan yang kerap tak terlihat namun terasa. Semoga film ini bertahan di layar bioskop hingga 22 Desember 2025, memberi kesempatan bagi siapa pun merayakan Hari Ibu dengan menonton kisah perayaan pergumulan perempuan yang begitu menyentuh ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

TNI AU Drop Logistik ke Daerah Terisolasi di Sibolga

TNI AU Drop Logistik ke Daerah Terisolasi di Sibolga

News
| Sabtu, 29 November 2025, 13:07 WIB

Advertisement

Selandia Baru Bangun Wisata Alam yang Sehat dan Inklusif

Selandia Baru Bangun Wisata Alam yang Sehat dan Inklusif

Wisata
| Rabu, 26 November 2025, 16:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement