Moto3 Jepang: Veda Ega Pratama Amankan Posisi 8 saat Latihan di Motegi
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Foto ilustrasi teh herbal. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Teh herbal semakin diminati saat kualitas udara memburuk. Kandungan antioksidan dan senyawa aktifnya membantu tubuh melawan radikal bebas serta menjaga fungsi pernapasan.
Sebagaimana ditulis laman Hindustan Times, belum lama ini, Payal Sharma, ahli gizi senior di Rumah Sakit Superspesialti Dharamshila Narayana, Delhi, menyampaikan bahwa teh herbal merupakan alternatif lain yang bisa dipilih selain teh chai yang berbahan dasar susu.
“Teh herbal merupakan pengganti yang bermanfaat untuk teh chai tradisional berbahan dasar susu. Kaya akan antioksidan dan senyawa tumbuhan, teh herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung detoksifikasi, yang keduanya penting ketika tubuh terpapar udara yang tercemar,” tegas ahli gizi tersebut.
Teh herbal memiliki reputasi yang baik karena khasiatnya yang menyehatkan dan bebas kafein. Kandungan antioksidannya membantu mengurangi stres oksidatif, efek umum dari paparan polusi yang berkepanjangan.
Dengan menetralkan radikal bebas berbahaya, teh herbal turut meredakan stres akibat polusi pada tubuh, sekaligus mendukung kekebalan dan kesehatan secara keseluruhan. Ahli gizi Payal mencantumkan empat jenis teh herbal yang membantu menjaga energi selama musim polusi.
Teh Tulsi
Salah satu pilihan paling efektif adalah teh tulsi. Dikenal karena kandungan antioksidannya yang tinggi, tulsi membantu menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh polutan. Teh ini juga mendukung fungsi paru-paru dan meningkatkan respons imun, sehingga sangat relevan selama periode kabut asap tebal.
Teh Jahe
Teh jahe memberikan dukungan tambahan berkat gingerol, senyawa alami dengan sifat antiinflamasi dan antimikroba. Mengonsumsinya secara teratur dapat membantu meredakan ketidaknyamanan pernapasan dengan membersihkan lendir serta menenangkan tenggorokan dan saluran pernapasan.
Teh Pepermin
Teh pepermin memiliki efek pendinginan dan dekongestan. Teh ini membantu merilekskan saluran pernapasan dan memberikan kelegaan selama hidung tersumbat atau dada terasa berat.
Selain itu, teh pepermin juga mendukung pencernaan, yang sering kali melambat ketika tubuh berada di bawah tekanan lingkungan.
Teh Hijau
Teh hijau, yang dikemas dengan polifenol, membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung fungsi hati. Teh ini juga berperan dalam proses detoksifikasi tubuh dari polutan.
Namun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak ada minuman yang dapat memberikan perlindungan mutlak. Teh herbal dapat menjadi bagian dari rutinitas kesehatan yang lebih luas selama musim polusi, membantu tubuh tetap tangguh menghadapi kabut asap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka
Grammy Awards 2027 tetap akan menghadirkan kategori Best Asian Pop Music Performance meski sebelumnya menuai perdebatan di kalangan musisi. Recording Academy me
Kapolri Suyudi Ario Seto memutasi 88 perwira melalui ST/2205/X/KEP./2026. Sejumlah jabatan utama Mabes Polri ikut berganti.