Blackout Sumatera Diselidiki, Polisi Periksa Kabel SUTET Putus
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Foto ilustrasi teh herbal. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Teh herbal semakin diminati saat kualitas udara memburuk. Kandungan antioksidan dan senyawa aktifnya membantu tubuh melawan radikal bebas serta menjaga fungsi pernapasan.
Sebagaimana ditulis laman Hindustan Times, belum lama ini, Payal Sharma, ahli gizi senior di Rumah Sakit Superspesialti Dharamshila Narayana, Delhi, menyampaikan bahwa teh herbal merupakan alternatif lain yang bisa dipilih selain teh chai yang berbahan dasar susu.
“Teh herbal merupakan pengganti yang bermanfaat untuk teh chai tradisional berbahan dasar susu. Kaya akan antioksidan dan senyawa tumbuhan, teh herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung detoksifikasi, yang keduanya penting ketika tubuh terpapar udara yang tercemar,” tegas ahli gizi tersebut.
Teh herbal memiliki reputasi yang baik karena khasiatnya yang menyehatkan dan bebas kafein. Kandungan antioksidannya membantu mengurangi stres oksidatif, efek umum dari paparan polusi yang berkepanjangan.
Dengan menetralkan radikal bebas berbahaya, teh herbal turut meredakan stres akibat polusi pada tubuh, sekaligus mendukung kekebalan dan kesehatan secara keseluruhan. Ahli gizi Payal mencantumkan empat jenis teh herbal yang membantu menjaga energi selama musim polusi.
Teh Tulsi
Salah satu pilihan paling efektif adalah teh tulsi. Dikenal karena kandungan antioksidannya yang tinggi, tulsi membantu menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh polutan. Teh ini juga mendukung fungsi paru-paru dan meningkatkan respons imun, sehingga sangat relevan selama periode kabut asap tebal.
Teh Jahe
Teh jahe memberikan dukungan tambahan berkat gingerol, senyawa alami dengan sifat antiinflamasi dan antimikroba. Mengonsumsinya secara teratur dapat membantu meredakan ketidaknyamanan pernapasan dengan membersihkan lendir serta menenangkan tenggorokan dan saluran pernapasan.
Teh Pepermin
Teh pepermin memiliki efek pendinginan dan dekongestan. Teh ini membantu merilekskan saluran pernapasan dan memberikan kelegaan selama hidung tersumbat atau dada terasa berat.
Selain itu, teh pepermin juga mendukung pencernaan, yang sering kali melambat ketika tubuh berada di bawah tekanan lingkungan.
Teh Hijau
Teh hijau, yang dikemas dengan polifenol, membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung fungsi hati. Teh ini juga berperan dalam proses detoksifikasi tubuh dari polutan.
Namun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak ada minuman yang dapat memberikan perlindungan mutlak. Teh herbal dapat menjadi bagian dari rutinitas kesehatan yang lebih luas selama musim polusi, membantu tubuh tetap tangguh menghadapi kabut asap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.
Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer Gerungan dijadwalkan membacakan pleidoi kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 di PN Jakpus.