BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp373 Juta!
BAIC T1 resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp373 juta. Simak spesifikasi, promo diskon hingga Rp91 juta, dan target penjualan EV terbaru BAIC di In
Foto ilustrasi teh herbal. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Teh herbal semakin diminati saat kualitas udara memburuk. Kandungan antioksidan dan senyawa aktifnya membantu tubuh melawan radikal bebas serta menjaga fungsi pernapasan.
Sebagaimana ditulis laman Hindustan Times, belum lama ini, Payal Sharma, ahli gizi senior di Rumah Sakit Superspesialti Dharamshila Narayana, Delhi, menyampaikan bahwa teh herbal merupakan alternatif lain yang bisa dipilih selain teh chai yang berbahan dasar susu.
“Teh herbal merupakan pengganti yang bermanfaat untuk teh chai tradisional berbahan dasar susu. Kaya akan antioksidan dan senyawa tumbuhan, teh herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung detoksifikasi, yang keduanya penting ketika tubuh terpapar udara yang tercemar,” tegas ahli gizi tersebut.
Teh herbal memiliki reputasi yang baik karena khasiatnya yang menyehatkan dan bebas kafein. Kandungan antioksidannya membantu mengurangi stres oksidatif, efek umum dari paparan polusi yang berkepanjangan.
Dengan menetralkan radikal bebas berbahaya, teh herbal turut meredakan stres akibat polusi pada tubuh, sekaligus mendukung kekebalan dan kesehatan secara keseluruhan. Ahli gizi Payal mencantumkan empat jenis teh herbal yang membantu menjaga energi selama musim polusi.
Teh Tulsi
Salah satu pilihan paling efektif adalah teh tulsi. Dikenal karena kandungan antioksidannya yang tinggi, tulsi membantu menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh polutan. Teh ini juga mendukung fungsi paru-paru dan meningkatkan respons imun, sehingga sangat relevan selama periode kabut asap tebal.
Teh Jahe
Teh jahe memberikan dukungan tambahan berkat gingerol, senyawa alami dengan sifat antiinflamasi dan antimikroba. Mengonsumsinya secara teratur dapat membantu meredakan ketidaknyamanan pernapasan dengan membersihkan lendir serta menenangkan tenggorokan dan saluran pernapasan.
Teh Pepermin
Teh pepermin memiliki efek pendinginan dan dekongestan. Teh ini membantu merilekskan saluran pernapasan dan memberikan kelegaan selama hidung tersumbat atau dada terasa berat.
Selain itu, teh pepermin juga mendukung pencernaan, yang sering kali melambat ketika tubuh berada di bawah tekanan lingkungan.
Teh Hijau
Teh hijau, yang dikemas dengan polifenol, membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung fungsi hati. Teh ini juga berperan dalam proses detoksifikasi tubuh dari polutan.
Namun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak ada minuman yang dapat memberikan perlindungan mutlak. Teh herbal dapat menjadi bagian dari rutinitas kesehatan yang lebih luas selama musim polusi, membantu tubuh tetap tangguh menghadapi kabut asap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BAIC T1 resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp373 juta. Simak spesifikasi, promo diskon hingga Rp91 juta, dan target penjualan EV terbaru BAIC di In
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari