Kebiasaan Sikat Gigi Warga RI Ternyata Keliru, Ini Kata PB PDGI
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Bayi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bayi sering menangis karena beragam penyebab. Dokter anak menyarankan ibu menggunakan insting alami untuk memahami arti tangisan buah hati.
“Jadi tangisan masih normal, tapi kita sebagai orang tua boleh menggunakan insting kita sebagai seorang ibu. Gimana nih, apa ya maksudnya dia. Tangisan ini artinya berbeda tangisan ini artinya berbeda. Jadi kita sebagai seorang ibu itu bisa mulai memahami tangisan anak saya seperti apa,” kata dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia dr. Dimple Nagrani, Sp, Kamis (25/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa beberapa anak menangis bisa jadi karena mendapatkan stimulasi berlebih dari lingkungan, kondisi tertentu seperti kembung hingga iritasi kulit.
“Dia tidak nyaman, atau contohnya terlalu dingin atau merasakan gatal. Bayangkan bayi kita kalau merasakan gatal, dia tidak bisa garuk gitu kan, jadi pasti dia akan rewel karena dia minta disentuh. Dengan sentuhan tersebut dia pasti lebih tenang,” katanya.
Kondisi lain yakni bila bayi kerap menangis, bisa jadi karena kembung. Untuk kondisi ini dia pun menyarankan agar orang tua dapat menggendong anak dan membantu sendawa dengan menggendong dalam posisi tegak dan menepuk pelan-pelan atau mengusap punggung bayi.
BACA JUGA: Kasus Keracunan Meluas, BGN Tutup SPPG Melanggar SOP
Dimple juga menegaskan bayi selama sembilan bulan ada di dalam kandungan mendapatkan kondisi yang hangat dengan suasana yang gelap dan serasa seperti dipeluk.
Namun kondisi yang hangat dan nyaman ini berubah seiring anak lahir ke dunia yang memiliki banyak stimulasi seperti suara atau berisik, suhu udara yang berbeda dengan di kandungan hingga kondisi lain yang menyebabkan ketidaknyamanan.
Hal tersebut yang membuat anak menyesuaikan diri dengan kondisi dunia dan bisa terdapat hal-hal yang tak nyaman, anak pun kerap menangis untuk menyampaikan apa yang dirasakan kepada orang tua, terutama ibu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Gaji manajer Kopdes belum ditetapkan. Berikut gambaran penghasilan berdasarkan UMP 2026 setelah Suahasil Nazara menjadi Menkeu.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Menaker Yassierli menyebut formula UMP dan UMK 2027 masih menunggu RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung.
Meta Description:Polresta Sleman menaikkan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak balita tiga tahun ke tahap penyidikan. Tersangka belum ditetapkan.