Korsel Denda Google dan Apple Rp866 Miliar soal Pembayaran Aplikasi
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
Contoh makanan sehat untuk anak. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Anak cacingan perlu gizi seimbang, mulai karbohidrat, protein, vitamin, mineral, hingga makanan probiotik. Hal ini diungkapkan nutrisionis Rawat Inap Anak dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kiara Jakarta Ariek Ratnawati, S.Gz.
Ia mengatakan terdapat sejumlah kandungan nutrisi yang harus didapatkan oleh anak ketika mengalami cacingan.
"Cacing dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi. Beberapa jenis cacing dapat menyebabkan gangguan nafsu makan dan asupan gizi berkurang," kata Ariek, di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Ariek menekankan anak yang mengalami cacingan membutuhkan energi dan zat gizi lebih terutama apabila pasien gizi kurang atau gizi buruk. Pemberian makanan disesuaikan dengan prinsip gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan kelompok usia anak.
Per satu kali makan, makanan yang diberikan harus mengandung unsur karbohidrat, protein, sumber vitamin, mineral dan serat seperti sayur dan buah.
Ia menyampaikan terdapat beberapa jenis buah yang dapat dipertimbangkan untuk diberikan antara lain wortel sebagai sumber serat dan antioksidan dan pepaya.
BACA JUGA: Jika Serapan Masih Lemah, Anggaran MBG Bisa Dicabut Oktober
"Ada sebagian menyatakan delima dan bumbu kunyit sebagai anti inflamasi. Setelah pengobatan dapat diberikan makanan yang mengandung probiotik dan makanan yang menghidrasi tubuh seperti sup, kaldu," kata dia.
Menurutnya, tidak ada kekhususan bagi pasien untuk mengonsumsi vitamin tertentu, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian obat cacing jenis tertentu dan pemberian suplemen vitamin A.
Vitamin A dapat diperoleh dari makanan yang mengandung wortel, bayam, brokoli, ubi jalar, pepaya, labu, mangga, hati ayam, telur hingga susu.
Kemudian berkaitan dengan cara masak, Ariek menyarankan agar makanan dikukus atau direbus dengan matang untuk menghindari makanan dicerna lebih lama (delay digestion) dan iritasi lambung.
Ia tidak menganjurkan pasien mengonsumsi makanan dalam bentuk mentah atau setengah matang, serta harus menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan sebelum makan, potong kuku, mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi serta menggunakan alas kaki saat di luar ruangan.
Kepada para orang tua, Ariek mengingatkan bahwa cacingan merupakan masalah serius karena dapat mengganggu status gizi anak yang terinfeksi karena cacing memakan jaringan termasuk sel darah manusia, sehingga dapat menyebabkan hilangnya zat besi dan protein bila terinfeksi terus menerus.
Cacingan juga dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi. Beberapa jenis cacing bahkan dapat menyebabkan diare dan disentri yang apabila tidak segera tertangani akan berpengaruh berkurangnya asupan gizi, cairan dan status gizi anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.
Hyundai menyiapkan SUV listrik ringkas IONIQ P yang diproduksi di India. Model ini menyasar pasar EV massal dengan harga terjangkau
Kylian Mbappe kehilangan sejumlah sponsor di China setelah video wawancaranya soal Mao Zedong viral. Dongpeng, Mengniu, dan Milkground putus kerja sama.
Kemenimipas membuka 32 formasi mutasi ASN auditor 2026. Simak jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, ketentuan, dan cara mendaftar.
LiveBench merilis daftar 15 model AI terbaik 2026. Claude dari Anthropic mendominasi tiga posisi teratas, disusul model OpenAI dan pesaing lainnya.