Advertisement

Lebih dari 4.000 Pekerja Film Tolak Kerja Sama dengan Lembaga Perfilman Israel

Jumali
Jum'at, 12 September 2025 - 12:57 WIB
Jumali
Lebih dari 4.000 Pekerja Film Tolak Kerja Sama dengan Lembaga Perfilman Israel Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua - Rizek Abdeljawad

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Lebih dari 4.000 Pekerja Film yang tergabung dalam kelompok Film Workers for Palestine menolak bekerja sama dengan lembaga perfilman Israel yang dianggap terlibat dalam tindakan genosida di Gaza.

Dari 4.000 pekerja film tersebut ada sejumlah nama besar di industri perfilman internasional seperti Olivia Colman, Tilda Swinton, Mark Ruffalo, dan Javier Bardem. Selain itu ada sejumlah aktor dan sineas ternama turut ambil bagian, di antaranya Ayo Edebiri, Riz Ahmed, Josh O’Connor, serta sutradara Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, dan Asif Kapadia.

Advertisement

BACA JUGA: 25 Film Lolos Seleksi Awal FFI

Para tokoh tersebut menilai film memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik, sehingga tidak boleh diam dalam menyikapi krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung.

“Sebagai sineas, aktor, pekerja industri film, dan institusi, kami menyadari kekuatan sinema dalam membentuk persepsi. Di momen krisis yang mendesak ini, di mana banyak pemerintah kita membiarkan pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasi keterlibatan dalam kengerian yang tak henti-hentinya itu,” bunyi pernyataan resmi Film Workers for Palestine, dilansir dari NME.

Mereka mendesak komunitas film global menolak sikap diam, rasisme, dan dehumanisasi, serta melakukan tindakan nyata dalam menghentikan keterlibatan terhadap penindasan.

Para penandatangan ikrar mencontoh gerakan Filmmakers United Against Apartheid yang dahulu menolak menayangkan karya mereka di Afrika Selatan pada masa apartheid. Mereka berjanji tidak akan menayangkan film, tampil di festival, atau bekerja sama dengan lembaga perfilman Israel termasuk festival, bioskop, penyiar, hingga perusahaan produksi yang dianggap mendukung kebijakan diskriminatif. Dukungan itu juga diwujudkan melalui konser amal bertajuk Together for Palestine yang akan digelar di OVO Arena Wembley pada 17 September 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kotak Bronis Amsal Sitepu Picu Perdebatan, Jaksa Bantah Ada Tekanan

Kotak Bronis Amsal Sitepu Picu Perdebatan, Jaksa Bantah Ada Tekanan

News
| Kamis, 02 April 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement